Thursday, 1 December 2016

Makalah Hidrolik

BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang Masalah
            Hidrolika merupakan sebuah cabang dari ilmu perihal yang meneliti arus zatcair melalui pipa-pipa dan pembuluh-pembuluh tertutup, maupun dalam kanal-kanal terbuka dan sungai-sungai. Kata hidrrolik berasal dari kata “hudor” (bahasa
Yunani), yang berarti air. Didalam teknik hidrolika berarti: penggerakan- penggerakan, pengaturan-pengaturan dan pengendalian-pengendalian, dimana
berbagai gaya dan gerakan kita peroleh dengan bantuan tekanan suatu zat cair (air,
minyak atau gliserin). Dan saat ini sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industri makanan, industri minuman, industri permesinan, industri otomotif, hingga industri pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari system hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial. Untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas maka sekarang ini system hidrolik banyak dikombinasikan dengan sistem lain seperti : system elektrik/elektronik, pneumatik, mekanik dan sebagainya sehingga akan didapat
untuk kerja dari sistem hidrolik yang lebih optimal.
Tugas metodologi penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan suatufasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam mempraktekkan dan mengamati secara langsung tentang fenomena pada penyusunan dan pengambilan data dari system hidrolik pada mata kuliah Pneumatik dan Hidrolik.Dalam sistem hidrolik kita harus dapat mengetahui bagaimana suatu kinerja/cara kerja suatu alat. Pada penulisan ini penyusun tertarik untuk mengamati cara kerja mesin pencetak paving tersebut. Pengamatan yang penulis pilih adalah :
Analisis Kerja Mesin Hidrolik Pencetak Paving Dengan Sistem Hand Control
Hidrolic

1.2              Pembatasan Masalah
     Pembatasan masalah diperlukan agar tidak menyimpang dalam pembahasan mengenai semua komponen mesin. Berikut ini adalah pembatasan yang diperlukan untuk membatasi masalah-masalah dalam penggunaan mesin tersebut :
1. Objek penelitian adalah alat peraga sistem hidrolik yang dioperasikan secara
manual (menggunakan hand control hidrolic)
2. Model peraga yang dianalisis menekanakan pada cara keja dari mesin hidrolik
yang pengoperasiannya menggunakan hand control dan tidak menekanakan
konstruksi model dari mesin terebut.
3. Dalam pembuatan mesin hidrolik pencetak paving yang kami buat kelengkapan
unit pompa hidrolik (power pack) tidak kami buat karena keterbatasan dari danauntuk pembuatan mesin hidrolik yang cukup mahal.
4. Analisis kerja dari mesin hidrolik tersebut sesuai dengan arah gerakan silinder
hidrolik penggerak ganda dengan arah vertikal pada gerakan turun dan naik.

1.3              Tujuan Penulisan
            Secara garis besar tujuan dari penulisan Laporan akhir praktikum Material Teknik, antara lain :
1. Menerapkan ilmu perkuliahan pneumatic dan hidrolik yang diperoleh dari
bangaku perkuliahan dan mengembangkanya.
2. Merencanakan dan membuat alat peraga hidrolik di laboratorium pneumatic
dan hidrolik sehingga dapat digunakan untuk sarana praktikum.
3. Untuk melatih dan menuangkan kreativitas dalam berfikir serta memberikan
masukan poitif kepada pembaca tentang ilmu hudrolik.
4. Untuk menganalisis bagaimana cara kerja sistem hidrolik yang terdapat
pada alat pencetak paving dengan kontrol hidrolik.

1.4              Metode Penulisan
            Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis melakukan pengambilan data yang diperlukan guna menganalisa permasalahan yang dibahas dalam penulisan laporan akhir ini. Penulis melakukan kegiatan dengan beberapa metode antara lain adalah :
1.4.1        Studi Pustaka
Semua pembelajaran tentang materi proses pengujian , memperoleh pembelajaran tersebut dari buku modul. Dimana setelah proses pembelajaran melalui referensi buku kemudian diimplementasikanke karya tulis ilmiah

1.4.2        Studi Lapangan
Data yang dapat diamati tentang pembelajaran ini diambil dari lokasi penelitian pada alat yang digunakan . Data juga dapat diperoleh melalui proses riset , dimana setelah melakukan proses riset data dapat memperoleh data atas suatu penyusunan tersebut.

           1.4.3    Metode Gabungan
Yaitu penulis menggunakan kedua metode tersebut di atas dalam penyusunan penyusunan karya tulis ilmiah. Pada proses penyusunan karya tulis ilmiah mahasiswa harus memiliki data dari studi pustaka dan studi lapangan

1.5              Sistematika Penulisan
     Sistematika penulisan ilmiah yang dibuat berdarkan hasil dari data yang telah dilakukan observasi dan teori yang digunakan . Kemudian  hasil dari observasi di tulis pada karya tulis ilmiah Berikut adalah sistematika penulisan yang digunakan pada penyusunan karya tulis ilmiah ini.
BAB I      PENDAHULUAN
                            Isinya mencakup semua tentang pelaksanaan praktikum secara                             menyeluruh, seperti :
1.1      Latar Belakang
1.2      Pembatasan Masalah
1.3      Tujuan Penulisan
1.4      Metode Penulisan
1.5      Sistematika Penulisan



BAB II
ANALISIS KERJA MESIN HIDROLIK PENCETAK PAVING DENGAN SISTEM HAND CONTROL HIDROLIC


2.1  Pengertian Sistem Hidrolik
Dalam sistem hidrolik fluida cair berfunsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida yang sering dipakai. Pada perinsipnya bidang hidromekanik (mekanika fluida) dibagi mejadi dua bagian seperti berikut :
1. Hidrostatik : yaitu mekanika fluida yang diam, disebut juga teori persamaan kondisi-kondisi dalam fluida. Yang termasuk dalam hidrostatik murni adalah pemindahan gaya dalam fluida. Seperti kita ketahui , contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik.
2. Hidrodinamik : yaitu mekanika fluida yang bergerak, disebut juga teori aliran (fluida yang mengalir). Yang termasuk dalam hidrodinamik murni adalah perubahan dari energi aliran dalam turbin pada jaringan tenaga hidroelektrik.Jadi perbedaan yang menonjol dari dua sistem di atas adalah dilihat dari fluida cair itu sendiri.
Apakah fluida cair itu bergerak karena dibangkitkan oleh suatu pesawat utama (pompa hidrolik) atau karena beda potensial permukaan fluida cair yang mengandung energi (pembangkit tenaga hidro) .Perinsip dasar dari sistem hidrolik adalah karena sifatnya yang sangat sederhana.zat cair tidak mempunyai bentuk yang tetap, zat cair hanya dapat membuat bentuk menyesuaikan dengan yang ditempatinya. Zat cair pada praktekya mempunyai sifat yang tidak dapat dikompresi, beda dengan fluida gas yang sangat mudah sekali dikompresi. Karena zat cair yang digunakan harus bertekanan tertentu, diteruskan kesegala arah secara merata, memberikan arah gerakan yang sangat halus.Hal ini sangat didukung oleh sifatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya dan tidak dapat dikompresi.

Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahandaya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang dikeluarkan.Dimana fluida penghantar ini dinaikkan tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan kesilinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katupkatup.Gerakan translasi batang piston dari silinder kerja yang diakibatkan olehtekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur maupun naik dan turun sesuai dengan pemasangan silinder yaitu arah horizontal maupun vertikal PEMBANGKIT Motor Listrik Atau Motor Bakar Pompa Hidrolik Kontrol hidrolik dan unit pengatur PEMAKAI silinder dan motor hodrolik Operasi elemen yang akan digerakkan Energi Listrik atau Energi Panas Energi Mekanik Energi Hidrolik Energi Hidrolik Energi Mekanik

2.2  Keuntungan dan Kerugian Sistem Hidrolik
Dalam beberapa pemakaian dari system hidrolik ada beberapa nilai Keuntungan-keuntungan sistem hidrolik antara lain:
a.       Bila dibandingkan dengan metode tenaga mekanik mempunyai kelemahan pada penempatan posisi tenaga transmisinya. Lain halnya dengan tenaga hidrolik saluran-saluran tenaga hidrolik dapat ditempatkan pada setiap tempat. Tanpa menghiraukan posisi poros terhadap transmisi tenaganya seperti pada sistem tenaga mekanik. Tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaganya.
b.      Dalam sistem hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk menggerakkan atau mengangkat beban yang sangat berat dengan caramengubah sistem perbandingan luas penampang silinder. Hal ini tidak lainadalah karena kemampuan komponen-komponen hidrolik pada kecepatandan tekanan yang sangat tinggi. Sehingga pada alat yang kecil dan ringandapat memberikan tenaga yang sangat besar. Bila dibandingkan denganmotor listrik yang mempunyai kemampuan tenaga kuda yang sama. Dengananggapan bahwa ukuran-ukuran poros dan roda gigi transmisi yangdiperlukan untuk memperoleh gaya yang dapat dicapai oleh sebuahperangkat press hidrolik kecil. Akan terbukti bahwa sistem hidrolik dapatmemberikan kekuatan tenaga kuda yang lebih besar pada ukuran sama,sekalipun itu untuk sistem-sistem yang lain.
c.       Sistem hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindahgayanya. Pada sistem ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti olehlapisan minyak (oli). Sehingga pada bagian-bagian tersebut dengansendirinya akan terlumasi. Sistem inilah yang akan mengurangi angkagesekan, dan jika dibandingkan dengan sistem mekanik bagian-bagian inibergerak (bergesekan) lebih sedikit. Hal ini terlihat dengan tidak adanyaroda-roda gigi, rantai, sabuk (belt), dan kontak-kontak listrik.
d.      Beban dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan (reliefvalve). Karena apabila ada beban lebih tidak dengan segera diatasi akanmerusak komponen-komponen itu sendiri. Sewaktu beban melebihi darikemampuan penyetelan katupnya, pemompaan langsung dihantarkankereservoir (tangki) dengan batas-batas tertentu terhadap torsi atau gayanya.Katup pengatur tekanan juga memberikan penyetelan suatu mesin untukmengatur jumlah torsi atau gaya tertentu, seperti dalam operasi pencekamanatau pengekleman.
e.       Hanyalah sedikit kiranya penggerak-penggerak uatama yang dapat dibali seketika. Biasanya pada sistem yang lain apabila ingin membalik arahgerakannya harus menghentikan sistem secara penuh, baru dilaksanakanpembalikan arah gerakannya.
f.       Pada motor listrik dalam keadaan jalan (berputar) tiba-tiba dipaksa untukberhenti karena bebannya melebihi maka saat itu juga sekering pengamanakan putus, sehingga sistem gerakan akan berhenti. Kemudian untukmenhidupkan kembali membutuhakan waktu yang cukup lama disampingitu juga harus menguragi beban hantarnya. Lain halnya dengan system hidrolik, begitiu pompa tidak mampu mengangkat, maka beban berhenti dandapat dikunci pada posisi mana saja. Pada saat beban dikurangi dapatdijalankan saat itu juga tanpa harus persiapan lagi
g.      Tenaga dapat disimpan dalam aktuator, dan apabila perlu sewaktu-waktudapat digunakan tanpa harus merubah posisi komonen-komponen yang lain.Kelemahan dari sistem hidrolik antara lain:Sistem hidrolik membutuhakan suatu lingkungan yang betul-betulbersih. Komponen-kompnennya sanagat peka terhadap kerusakan-kerusakanyang diakibatkan oleh debu, korosi, dan kotoran-kotoran lain, serta panans yangmempengaruhi sifat-sifat minyak hidrolik. Karena kotoran akan ikut minyakhidrolik yang kemudian akan bergesekan dengan bidang-bidang gesekkomponen hidrolik, sehingga kebocoran-kebocoran akan timbul sehingga akanmenurunkan efisisensi dari mesin tersebut.Berbagai hal yang dapat mengakibatkan penurunkan efisisensi tersebut,maka sistem hidrolik membutuhakan perawatan yang intensif. Hal ini akansangat menonjol sekali bila dibandingkan dengan sistem trasmisi mekanik, atausistem-sistem lain.

2.3 Dasar-dasar Sistem Hidrolik
Prinsip dasar dari sistem hidrolik berasal dari hukum Pascal, padadasarnya menyatakan dalam suatu bejana tertutup yang ujungnya terdapat beberapa lubang yang sama maka akan dipancarkan kesegala arah dengan tekanan dan jumlah aliran yang sama. Dimana tekanan dalam fluida statis harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Tekanan bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.
b. Tekanan disetiap titik sama untuk semua arah.
c. Tekanan yang diberika kesebagian fluida dalam tempat tertutup, merambat secara seragam kebagian lain fluida.
Apabila beban Fdiletakkan disilinder kecil, tekanan P yang dihasilkan akan diteruskan kesilinder besar ( P = F/A, beban dibagi luas panampang silinder ) menurut hukum ini, pertambahan tekanan dengan luas rasio penampag silinder kecil dan silinder besar, atau F = P.A

F1 = Gaya masuk
F2 = Gaya keluar
r1 = jari-jari piston kecil
r2 = jari-jari piston besar
Persamaan diatas dapat diketahui besarnya F2 dipengruhi oleh besa kecilnya luas penampang dari piston A2 dan A1.Dalam sistem hidrolik, hal ini dimanfaatkan untuk merubah gaya tekan fluida yang dihasilkan oleh pompa hidrolik untuk menggeserkan silinder kerjamaju dan mundur maupun naik/turun sesuai letak dari silinder. Daya yang dihasilkan silinder kerja hidrolik, lebih besar dari daya yang dikeluarkan oleh pompa.Besar kecilnya daya yang dihasilkan oleh silinder hidrolik dipengaruhi besar kecilnya luas penampang silinder kerja hidrolik.

2.4 Komponen-komponen Sistem Hidrolik
Dalam sebuah penyusunan kali ini dimana pada system hidrolik terdapat pula beberapa komponen pendukung sebagai suatu system , yaitu :
a. Motor
Motor berfungsi sebagai pengubah dari tenaga listrik menjadi tenaga mekanis. Dalam sistem hidrolik motor berfungsi sebagai penggerak utama dari semua komponen hidrolik dalam rangkaian ini. Kerja dari motor itu dengan caramemutar poros pompa yang dihubungkan dengan poros input motor. Motor yang digunakan adalah motor AC satu phasa ¼ PK.
b. Kopling ( Coupling)
Fungsi utama dari kopling adalah sebagai penghubung putaran yang dihasilkan motor penggerak untuk diteruskan ke pompa. Akibat dari putaran ini menjadikan pompa bekerja (berputar).
c. Pompa Hidrolik
Pompa hidrolik ini digerakkan secara mekanis oleh motor listrik.Permulaan dari pengendalian dan pengaturan sistem hidrolik selalau terdiri atas suatu unsur pembangkit tekanan, jadi fungsi dari unsur tersebut dipenuhi oleh pompa hidrolik. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik dengan cara menekan fluida hidrolik kedalam sistem. Dalam sistem hidrolik, pompa merupakan suatu alat untuk menimbulkan atau membangkitkan aliran fluida (untuk memindahkan sejumlah volume fluida) dan untuk memberikan daya sebagaimana diperlukan.Apabila pompa digerakkan motor (penggerak uatama), pada dasarnyapompa melakukan dua fungsi utama:
1) Pompa menciptakan kevakuman sebagian pada sluran masuk pompa.Vakum ini memungkinkan tekanan atmospher untuk mendorong fluida dari tangki (reservoir) kedalam pompa.
2) Gerakan meknik pompa menghisap fluida kedalam rongga pemompaan, danmembawanya melalui pompa, kemudian mendorong dan menekannyakedalam sistem hidrolik.
1. Pompa Vane
Ada beberapa tipe pompa vane yang dapat digunakan, antara lain :
a) Pomap single Stage
Ada beberapa jenis pompa single stage menurut tekanan dandiplacement (perpindahan) dan mereka banyak digunakan diantara tipe-tipelain sebagai sumber tenaga hidrolik.


b) Pompa Ganda ( Double pump)
Pompa ini terdiri dari dua unit bagian operasi pompa pada as yangsama, dapat dijalankan dengan sendiri-sendiri dan dibagi menjadi dua tipe
tekanan rendah dan tekanan tinggi.

2. Pompa Roda Gigi ( Gear Pump )
a. Pompa Roda Gigi external ( External Gear Pump )
Pompa ini mempunyai konstruksi yang sederhana, danpengperasiannya juga mudah.Karena kelebihan-kelebihan itu serta dayatahan yang tinggi terhadap debu, poma ini dipakai dibanyak peralatankontruksi dan mesin-mesin perkakas.

b. Pompa Rosa Gigi internal (Internal Gear Pump)
Menpunyai keunggulan pulsasi kecil dan tidak mengeluarkan suarayang berisik.Internal gear pumpdipakai dimesin injection moulding dan mesin perkakas. Ukurannya kecil dibandingkan external gear pump, dan inimemungkinkan dipakai dikendaraan bermotor dan peralatan lain yang hanyamempunyai ruangan sempit untuk pemasangan.
3. Pompa Piston Aksial
a. Tipe Sumbu Bengkok (Bent Axl Type)
Dalam tipe ini, piston dan silinder blok tidak sejajar dengan as
penggerak tapi dihubungkan dengan suatu sudut. Dengan mengubah sudut
ini, keluarnya minyak dapat diatur. Bengkokan sumbu juga dapat dibuat
menjadi berlawanan arahnya sehingga arah hisap dan keluar menjadi
terbalik.
b. Tipe Plat Pengatur ( Swash Plate Type )
Dalam tipe ini letak piston dan silinder blok sejajar dengan as, danpelat pengtur yang bisa miring memegang leher piston untuk mengubahstroke atas dan bawah atau kanan dan kiri didalam rotasi silinder blok.Pengeluaran minyak dapat disetel dengan bebas dengan mengubah sudut,dan saluran hisap dan keluar dapat dibalik dengan memiringkan plat pengturkearah berlawanan.

d. Katup ( Valve)
Dalam sistem hidrolik, katup berfungsi sebagai pengatur tekanandan aliran fluida yang sampai kesilimder kerja. Menurut pemakainnya,katup hidrolik dibagi menjadi tiga macam, antara lain :
1. Katup Pengatur Tekanan ( Relief Valve )
2. Katup Pengatur Arah Aliran ( Direction Control Valve )
3. Katup Pengtur Jumalah Aliran ( Flow Control Valve )

1. Katup Pengatur Tekanan ( Reliie Valve )
Katup pengatur tekanan digunakan untuk melindungi pompa-pompadan katup-katup pengontrol dari kelebihan tekanan dan untukmempertahankan tekanan tetap dalam sirkuit hidrolik minyak. Cara kerjakatup ini adalah berdasarkan kesetimbangan antara gaya pegas dengan gayatekan fluida. Dalam kerjanya katup ini akan membuka apabila tekananfluida dalam suatu ruang lebih besar dari tekanan katupnya, dan katup akanmenutup kembali setelah tekanan fluida turun sampai lebih kecil daritekanan pegas katup.

2. Katup Pengatur Arah Aliran ( Flow Kontrol Valve )
Katup pengontrol arah adalah sebuah saklar yang diracang untukmenghidupkan, mengontrol arah, mempercepat dan memperlambat suatugerakan dari silinder kerja hidrolik.Fungsi dari katup ini adalah untukmengarahkan dan menyuplai fuida tersebut ke tangki reservoir.


3. Katup Pengatur Jumlah Aliran ( Flow Control Valve )
Katup pengontrol jumlah aliran adalah sebuah katup yang berfungsiuntuk mengatur kapasitas aliran fluida dari pompa kesilinder, jumlah untukmengatur kecepatan aliran fluida dan kecepatan gerak piston dari silinder.Dari fungsi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kecepatan gerak pistonsilinder ini tergantung dari berapa fluida yang masuk kedalam ruang silinderdi bawah piston tiap satuan waktunya.Ini hanya mampu dilakukan denganmengatur jumlah aliran fluidanya.


e. Silinder Kerja Hidrolik
Silinder kerja hidrolik merupakan komponen utama yang berfungsiuntuk merubah dan meneruskan daya dari tekanan fluida, dimana fluidaakan mendesak piston yang merupakan satu-satunya komponen yang ikutbergerak untuk melakukan gerak translasi yang kemudian gerak iniditeruskan kebagian mesin melalui batang piston. Menurut kontruksi,silinder kerja hidrolik dibagi menjadi dua macam tipe dalam sistem hidrolik,
antara lain :
1. Silinder kerja penggerak tunggal (Single Acting)
Silinder kerja jenis ini hanya memiliki satu buah ruang fluida kerjadidalamnya, yaitu ruang silinder diatas atau dibawah piston.Kondisi inimengakibatkan silinder kerja hanya bisa melakukan satu buah gerakan,yaitu gerakan tekan.Sedangkan untuk kembali keposisi semula, ujungbatang piston didesak oleh gravitasi atau tenaga dari luar.
2. Silinder kerja penggerak ganda (Double Acting)
Silinder kerja ini merupakan silinder kerja yang memiliki dua buahruang fluida didalam silinder yaitu ruang silinder diatas piston dan dibawahpiston, hanya saja ruang diatas piston ini lebih kecil bila dibandingkandengan yang dibawah piston karena sebagian ruangnya tersita oleh batangpiston.Dengan konstruksi tersebut silinder kerja memungkinkan untukdapat melakukan gerakan bolak-balik atau maju-mundur.

f. Manometer (Presure Gauge)
Biasanya pengatur tekanan dipasang dan dilengkapi dengan sebuahalat yang dapat menunjukkan sebuah tekanan fluida yang keluar.Perinsipkerja alat ini ditemukan oleh Bourdon. Oli masuk kepengatur tekanan lewatlubang saluran P. Tekanan didalam pipa yang melengkung

(1)   Bourdon lingkaran luar
(2) menyebabkan pipa memanjang. Tekanan lebih besar akan mengakibatkan belokan radius lebih besar pula. Gerakan perpanjangan pipa tersebut kemudian diubah kesuatu jarum penunjuk
(3), JIS Symbol JIS Symbol tembereng roda gigi
(4), dan roda gigi pinion
(5).Tekanan pada saluran masuk dapat dibaca pada garis lengkung skala penunjuk
(6). lewat tuas penghubung
(7). prinsip pembacaan pengukuran tekanan manometer ini adalah bekerja berdaarkan atas dasar perinsip analog.

g. Saringan Oli (Oil Filter)
Filter berfungsi menyaring kotoran-kotoran dari minyak hidrolikdan diklasifikasikan menjadi filter saluran yang dipakai saluran bertekanan.Filter ditempatkan didalam tangki pada saluran masuk yang akan menuju kepompa. Dengan adanya filter, diharapkan efisiensi peralatan hidrolik dapatditinggikan dan umur pemakaian lebih lama.


h. Fluida Hidrolik
Fluida hidrolik adalah salah satu unsur yang penting dalam peralatanhidrolik.Fluida hidrolik merupakan suatu bahan yang mengantarkan energy dalam peralatan hidrolik dan melumasi setiap peralatan serta sebagai mediapenghilang kalor yang timbul akibat tekanan yang ditingkatkan danmeredam getaran dan suara.Fluida hidrolik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1) Mempunyai viskositas temperatur cukup yang tidak berubah denganperubahan tempertur.
2) Mempertahankan fluida pada temperatur rendah dan tidak berubahburuk dengan mudah jika dipakai dibawah temperatur.
3) Mempunyai stabilitas oksidasi yang baik.
4) Mempunyai kemampuan anti karat
5) Tidak merusak (karena reaksi kimia) karat dan cat.
6) Tidak kompresible (mampu merapat)
7) Mempunyai tendensi anti foatming (tidak menjadi busa) yang baik.
8) Mempunyai kekentalan terhadap api.

i. Pipa Sluran Minyak
Pipa merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah system hidrolik yang berfungsi untuk meneruskan fluida kerja yang bertekanan daripompa pembangkit ke silinder kerja. Mengingat kapasitas yang mampudibangkitkan oleh silinder kerja, maka agar maksimal dalam penerusanfluida kerja bertekanan, pipa-pipa harus memenuhi persaratan sebagaiberikut :
1) Mampu menahan tekanan yang tinggi dari fluida.
2) Koifisien gesek dari dinding bagian dalam harus sekecil mungkin.
3) Dapat menyalurkan panas dengan baik.
4) Tahan terhadap perubahan suhu dan tekanan.
5) Tahan twerhadap perubahan cuaca.
6) Berumur relatif panjang.
7) Tahan terhadap korosi.

j. Unit Pompa Hidrolik (Power Pack)
Unit pompa adalah kombinasi dari tangki minyak, pompa, motordan relief valve. Disamping itu hand kontrol valve dan peralatanperlengkapan dipakai sesuai keperluan:Syarat-syarat pembuatan unit pompa hidrolik (Power Pack) antaralain sebagai berikut:
1) Tangki minayk harus dirancang untuk mencegah masuknya debu dankotoran-kotoran lain dari luar.
2) Tangki minyak harus dapat dilepaskan dari unit utama untuk keperluanmaintenance dan memastikan akurasinaya. Untuk membebaska uadara.
3) Kapasitas dan ukuran tangki minyak harus cukup besar untukmempertahankan tingkat yang cukup dalam langkah apapun.
4) Bufflu plate (plate pemisah) harus dipasang antara pipa kembali danpipa hisap untuk memisahkan kotoran.
5) Pipa pengembali dan pipa hisap pompa harus dibawah level minyak.

k. Istilah dan Lambang dalam Sistem Hidrolik
Dalam pembuatannya, rangkaian sistem hidrolik diperlukan banyakkomponen penyusunnya dan apabila dilakukan langsung dalam lapangan akan memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, pada sistem hidrolik terdapatlambang-lambang atau tanda penghubung sistem hidrolik yang dikumpulkandalam lembar norma DIN 24300 (1966). Tujuan lambang atau simbol yangdiberikan pada sistem hidrolik adalah:
a. Memberikan suatu sebutan yang seragam bagi semua unsur hidrolik.
b. Menghindari kesalahan dalam membaca skema sistem hidrolik.
c. Memberikan pemahaman dengan cepat laju fungsi dari skema system hidrolik.
d. Menyesuaikan literatur yang ada dari dalam negeri maupun luar negeri.

Lambang Keterangan
Saluran pengisian dan saluran kerja.Saluran pengendali atau saluran buang.
Saluran fleksibel selang, pipa spiral, dan sebagainya.Penyilangan saluran tidak terhubung.Penyilangan saluran terhubung.
Tabel 1. Simbol-simbol pipa hidrolik
Simbol Keterangan
2 lubang Memiliki 2 lubang penghubung dan dipakai untuk membuka dan menutup saluran.3 lubang Memiliki 3 lubang penghubung dan dipakai flow control dari sebuah lubang pompa ke dua arah.4 lubang Memiliki 4 lubang penghubung dan dipkai untuk operasi maju / mundur dan pemberhentian
aktuator. Banyak lubang Memiliki 5 lubang penghubung atau lebih dan dipakai untuktujuan khusus.2 posisi Memiliki 2 posisi kontrol.3 posisi Memiliki 3 posisi kontrol.Banyak posisi Memiliki 4 posisi kontrol atau lebih yang dipakai untuk tujuan tertentu.

2.5 perancangan pembuatan mesin hidrolik pencetak paving
Tahapan-Tahapan Dalam Perencanaan
1. Menentukan spesifikasi tekanan yang dibutuhkan untuk membuat paving
2. Menentukan spesifikasi komponen-komponen yang dibutuhkan dalam mesin hidrolik pencetak paving
3. Membuat gambar kerja mesin hidrolik pencetak paving
4. Menentukan jenis dan ukuran plat untuk membuat meja hidrolik
5. Pembuatan meja hidrolik dan dudukan silinder hidrolik serta cetakan paving atas dan bawah.
a. Memotong bahan sesuai denagn gambar kerja yang telah dibuat
b. Merangkai bahan yang telah dipotong
c. Menggerinda hasil las yang kurang baik
d. Finishing (mengampelas kemudian mengecat meja kerja)



No comments:

Post a Comment