BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Hidrolika merupakan sebuah cabang dari ilmu perihal yang meneliti arus
zatcair melalui pipa-pipa dan pembuluh-pembuluh tertutup, maupun dalam
kanal-kanal terbuka dan sungai-sungai. Kata hidrrolik berasal dari kata “hudor”
(bahasa
Yunani), yang
berarti air. Didalam teknik hidrolika berarti: penggerakan- penggerakan, pengaturan-pengaturan
dan pengendalian-pengendalian, dimana
berbagai gaya dan
gerakan kita peroleh dengan bantuan tekanan suatu zat cair (air,
minyak atau
gliserin). Dan saat ini sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industri
makanan, industri minuman, industri permesinan, industri otomotif, hingga industri
pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari system hidrolik
sangat penting dalam semua cabang industrial. Untuk meningkatkan efektifitas
dan produktivitas maka sekarang ini system hidrolik banyak dikombinasikan dengan
sistem lain seperti : system elektrik/elektronik, pneumatik, mekanik dan
sebagainya sehingga akan didapat
untuk kerja dari
sistem hidrolik yang lebih optimal.
Tugas metodologi
penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan suatufasilitas penunjang yang dapat
dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam mempraktekkan dan mengamati secara langsung
tentang fenomena pada penyusunan dan pengambilan data dari system hidrolik pada
mata kuliah Pneumatik dan Hidrolik.Dalam sistem hidrolik kita harus dapat
mengetahui bagaimana suatu kinerja/cara kerja suatu alat. Pada penulisan ini
penyusun tertarik untuk mengamati cara kerja mesin pencetak paving tersebut.
Pengamatan yang penulis pilih adalah :
Analisis Kerja
Mesin Hidrolik Pencetak Paving Dengan Sistem Hand Control
Hidrolic
1.2
Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah diperlukan agar tidak menyimpang dalam pembahasan
mengenai semua komponen mesin. Berikut ini adalah pembatasan yang diperlukan
untuk membatasi masalah-masalah dalam penggunaan mesin tersebut :
1. Objek penelitian
adalah alat peraga sistem hidrolik yang dioperasikan secara
manual (menggunakan hand control
hidrolic)
2. Model peraga
yang dianalisis menekanakan pada cara keja dari mesin hidrolik
yang
pengoperasiannya menggunakan hand control dan tidak menekanakan
konstruksi model dari
mesin terebut.
3. Dalam pembuatan
mesin hidrolik pencetak paving yang kami buat kelengkapan
unit pompa hidrolik (power pack)
tidak kami buat karena keterbatasan dari danauntuk pembuatan mesin hidrolik
yang cukup mahal.
4. Analisis kerja
dari mesin hidrolik tersebut sesuai dengan arah gerakan silinder
hidrolik penggerak ganda dengan arah vertikal pada gerakan turun dan
naik.
1.3
Tujuan Penulisan
Secara garis besar tujuan dari
penulisan Laporan akhir praktikum Material Teknik, antara lain :
1. Menerapkan ilmu
perkuliahan pneumatic dan hidrolik yang diperoleh dari
bangaku perkuliahan
dan mengembangkanya.
2. Merencanakan dan
membuat alat peraga hidrolik di laboratorium pneumatic
dan hidrolik
sehingga dapat digunakan untuk sarana praktikum.
3. Untuk melatih dan
menuangkan kreativitas dalam berfikir serta memberikan
masukan poitif
kepada pembaca tentang ilmu hudrolik.
4. Untuk
menganalisis bagaimana cara kerja sistem hidrolik yang terdapat
pada alat pencetak paving dengan kontrol hidrolik.
1.4
Metode Penulisan
Dalam penyusunan karya tulis
ilmiah ini penulis
melakukan pengambilan data yang diperlukan guna menganalisa permasalahan yang
dibahas dalam penulisan laporan akhir ini. Penulis melakukan kegiatan dengan
beberapa metode antara lain adalah :
1.4.1
Studi Pustaka
Semua pembelajaran tentang materi proses pengujian ,
memperoleh pembelajaran tersebut dari buku modul. Dimana setelah proses
pembelajaran melalui referensi buku kemudian diimplementasikanke karya tulis
ilmiah
1.4.2
Studi Lapangan
Data yang dapat
diamati tentang pembelajaran ini diambil dari lokasi penelitian pada alat yang
digunakan . Data juga dapat diperoleh melalui proses riset , dimana setelah
melakukan proses riset data dapat memperoleh data atas suatu penyusunan
tersebut.
1.4.3 Metode
Gabungan
Yaitu penulis menggunakan kedua metode tersebut di atas
dalam penyusunan penyusunan karya tulis ilmiah. Pada proses penyusunan karya tulis
ilmiah mahasiswa harus
memiliki data dari studi pustaka dan studi lapangan
1.5
Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan ilmiah yang dibuat
berdarkan hasil dari data yang telah dilakukan observasi dan teori yang digunakan . Kemudian hasil dari observasi di tulis pada karya tulis
ilmiah Berikut adalah
sistematika penulisan yang digunakan pada penyusunan karya tulis ilmiah ini.
BAB I PENDAHULUAN
Isinya
mencakup semua tentang pelaksanaan praktikum secara menyeluruh, seperti :
1.1 Latar Belakang
1.2 Pembatasan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Metode Penulisan
BAB II
ANALISIS KERJA MESIN HIDROLIK PENCETAK PAVING DENGAN SISTEM HAND
CONTROL HIDROLIC
2.1 Pengertian Sistem Hidrolik
Dalam sistem hidrolik fluida cair berfunsi
sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida yang sering dipakai.
Pada perinsipnya bidang hidromekanik (mekanika fluida) dibagi mejadi dua bagian
seperti berikut :
1. Hidrostatik : yaitu mekanika fluida yang diam, disebut juga
teori persamaan kondisi-kondisi dalam fluida. Yang termasuk dalam hidrostatik
murni adalah pemindahan gaya dalam fluida. Seperti kita ketahui , contohnya
adalah pesawat tenaga hidrolik.
2.
Hidrodinamik : yaitu mekanika fluida yang bergerak, disebut juga teori aliran
(fluida yang mengalir). Yang termasuk dalam hidrodinamik murni adalah perubahan
dari energi aliran dalam turbin pada jaringan tenaga hidroelektrik.Jadi
perbedaan yang menonjol dari dua sistem di atas adalah dilihat dari fluida cair
itu sendiri.
Apakah fluida cair itu bergerak karena dibangkitkan oleh suatu
pesawat utama (pompa hidrolik) atau karena beda potensial permukaan fluida cair
yang mengandung energi (pembangkit tenaga hidro) .Perinsip dasar dari sistem
hidrolik adalah karena sifatnya yang sangat sederhana.zat cair tidak mempunyai
bentuk yang tetap, zat cair hanya dapat membuat bentuk menyesuaikan dengan yang
ditempatinya. Zat cair pada praktekya mempunyai sifat yang tidak dapat
dikompresi, beda dengan fluida gas yang sangat mudah sekali dikompresi. Karena
zat cair yang digunakan harus bertekanan tertentu, diteruskan kesegala arah
secara merata, memberikan arah gerakan yang sangat halus.Hal ini sangat
didukung oleh sifatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya dan
tidak dapat dikompresi.
Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk
perubahan atau pemindahandaya dengan menggunakan media penghantar berupa fluida
cair untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang
dikeluarkan.Dimana fluida penghantar ini dinaikkan tekanannya oleh pompa
pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan kesilinder kerja melalui pipa-pipa
saluran dan katupkatup.Gerakan translasi batang piston dari silinder kerja yang
diakibatkan olehtekanan fluida pada ruang silinder dimanfaatkan untuk gerak
maju dan mundur maupun naik dan turun sesuai dengan pemasangan silinder yaitu
arah horizontal maupun vertikal PEMBANGKIT Motor Listrik Atau Motor Bakar Pompa
Hidrolik Kontrol hidrolik dan unit pengatur PEMAKAI silinder dan motor hodrolik
Operasi elemen yang akan digerakkan Energi Listrik atau Energi Panas Energi
Mekanik Energi Hidrolik Energi Hidrolik Energi Mekanik
2.2 Keuntungan dan Kerugian Sistem Hidrolik
Dalam beberapa pemakaian dari system
hidrolik ada beberapa nilai Keuntungan-keuntungan sistem hidrolik antara lain:
a. Bila
dibandingkan dengan metode tenaga mekanik mempunyai kelemahan pada penempatan
posisi tenaga transmisinya. Lain halnya dengan tenaga hidrolik saluran-saluran
tenaga hidrolik dapat ditempatkan pada setiap tempat. Tanpa menghiraukan posisi
poros terhadap transmisi tenaganya seperti pada sistem tenaga mekanik. Tenaga
hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaganya.
b. Dalam
sistem hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk menggerakkan atau
mengangkat beban yang sangat berat dengan caramengubah sistem perbandingan luas
penampang silinder. Hal ini tidak lainadalah karena kemampuan komponen-komponen
hidrolik pada kecepatandan tekanan yang sangat tinggi. Sehingga pada alat yang
kecil dan ringandapat memberikan tenaga yang sangat besar. Bila dibandingkan
denganmotor listrik yang mempunyai kemampuan tenaga kuda yang sama.
Dengananggapan bahwa ukuran-ukuran poros dan roda gigi transmisi yangdiperlukan
untuk memperoleh gaya yang dapat dicapai oleh sebuahperangkat press hidrolik
kecil. Akan terbukti bahwa sistem hidrolik dapatmemberikan kekuatan tenaga kuda
yang lebih besar pada ukuran sama,sekalipun itu untuk sistem-sistem yang lain.
c. Sistem
hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindahgayanya. Pada sistem
ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti olehlapisan minyak (oli).
Sehingga pada bagian-bagian tersebut dengansendirinya akan terlumasi. Sistem
inilah yang akan mengurangi angkagesekan, dan jika dibandingkan dengan sistem
mekanik bagian-bagian inibergerak (bergesekan) lebih sedikit. Hal ini terlihat
dengan tidak adanyaroda-roda gigi, rantai, sabuk (belt), dan kontak-kontak
listrik.
d. Beban
dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan (reliefvalve).
Karena apabila ada beban lebih tidak dengan segera diatasi akanmerusak
komponen-komponen itu sendiri. Sewaktu beban melebihi darikemampuan penyetelan
katupnya, pemompaan langsung dihantarkankereservoir (tangki) dengan batas-batas
tertentu terhadap torsi atau gayanya.Katup pengatur tekanan juga memberikan
penyetelan suatu mesin untukmengatur jumlah torsi atau gaya tertentu, seperti
dalam operasi pencekamanatau pengekleman.
e. Hanyalah
sedikit kiranya penggerak-penggerak uatama yang dapat dibali seketika. Biasanya
pada sistem yang lain apabila ingin membalik arahgerakannya harus menghentikan
sistem secara penuh, baru dilaksanakanpembalikan arah gerakannya.
f. Pada motor
listrik dalam keadaan jalan (berputar) tiba-tiba dipaksa untukberhenti karena
bebannya melebihi maka saat itu juga sekering pengamanakan putus, sehingga
sistem gerakan akan berhenti. Kemudian untukmenhidupkan kembali membutuhakan
waktu yang cukup lama disampingitu juga harus menguragi beban hantarnya. Lain
halnya dengan system hidrolik, begitiu pompa tidak mampu mengangkat, maka beban
berhenti dandapat dikunci pada posisi mana saja. Pada saat beban dikurangi
dapatdijalankan saat itu juga tanpa harus persiapan lagi
g. Tenaga
dapat disimpan dalam aktuator, dan apabila perlu sewaktu-waktudapat digunakan
tanpa harus merubah posisi komonen-komponen yang lain.Kelemahan dari sistem
hidrolik antara lain:Sistem hidrolik membutuhakan suatu lingkungan yang
betul-betulbersih. Komponen-kompnennya sanagat peka terhadap
kerusakan-kerusakanyang diakibatkan oleh debu, korosi, dan kotoran-kotoran
lain, serta panans yangmempengaruhi sifat-sifat minyak hidrolik. Karena kotoran
akan ikut minyakhidrolik yang kemudian akan bergesekan dengan bidang-bidang
gesekkomponen hidrolik, sehingga kebocoran-kebocoran akan timbul sehingga
akanmenurunkan efisisensi dari mesin tersebut.Berbagai hal yang dapat
mengakibatkan penurunkan efisisensi tersebut,maka sistem hidrolik membutuhakan
perawatan yang intensif. Hal ini akansangat menonjol sekali bila dibandingkan
dengan sistem trasmisi mekanik, atausistem-sistem lain.
2.3
Dasar-dasar Sistem Hidrolik
Prinsip dasar dari sistem hidrolik berasal
dari hukum Pascal, padadasarnya menyatakan dalam suatu bejana tertutup yang
ujungnya terdapat beberapa lubang yang sama maka akan dipancarkan kesegala arah
dengan tekanan dan jumlah aliran yang sama. Dimana tekanan dalam fluida statis
harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Tekanan
bekerja tegak lurus pada permukaan bidang.
b. Tekanan
disetiap titik sama untuk semua arah.
c. Tekanan
yang diberika kesebagian fluida dalam tempat tertutup, merambat secara seragam
kebagian lain fluida.
Apabila
beban Fdiletakkan disilinder kecil, tekanan P yang dihasilkan akan diteruskan
kesilinder besar ( P = F/A, beban dibagi luas panampang silinder ) menurut
hukum ini, pertambahan tekanan dengan luas rasio penampag silinder kecil dan
silinder besar, atau F = P.A
F1 = Gaya
masuk
F2 = Gaya
keluar
r1 =
jari-jari piston kecil
r2 =
jari-jari piston besar
Persamaan diatas dapat diketahui besarnya
F2 dipengruhi oleh besa kecilnya luas penampang dari piston A2 dan A1.Dalam
sistem hidrolik, hal ini dimanfaatkan untuk merubah gaya tekan fluida yang
dihasilkan oleh pompa hidrolik untuk menggeserkan silinder kerjamaju dan mundur
maupun naik/turun sesuai letak dari silinder. Daya yang dihasilkan silinder
kerja hidrolik, lebih besar dari daya yang dikeluarkan oleh pompa.Besar
kecilnya daya yang dihasilkan oleh silinder hidrolik dipengaruhi besar kecilnya
luas penampang silinder kerja hidrolik.
2.4 Komponen-komponen
Sistem Hidrolik
Dalam sebuah penyusunan kali ini dimana pada system hidrolik terdapat
pula beberapa komponen pendukung sebagai suatu system , yaitu :
a. Motor
Motor
berfungsi sebagai pengubah dari tenaga listrik menjadi tenaga mekanis. Dalam
sistem hidrolik motor berfungsi sebagai penggerak utama dari semua komponen
hidrolik dalam rangkaian ini. Kerja dari motor itu dengan caramemutar poros
pompa yang dihubungkan dengan poros input motor. Motor yang digunakan adalah
motor AC satu phasa ¼ PK.
b. Kopling
( Coupling)
Fungsi
utama dari kopling adalah sebagai penghubung putaran yang dihasilkan motor
penggerak untuk diteruskan ke pompa. Akibat dari putaran ini menjadikan pompa
bekerja (berputar).
c. Pompa
Hidrolik
Pompa
hidrolik ini digerakkan secara mekanis oleh motor listrik.Permulaan dari
pengendalian dan pengaturan sistem hidrolik selalau terdiri atas suatu unsur
pembangkit tekanan, jadi fungsi dari unsur tersebut dipenuhi oleh pompa
hidrolik. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi
hidrolik dengan cara menekan fluida hidrolik kedalam sistem. Dalam sistem
hidrolik, pompa merupakan suatu alat untuk menimbulkan atau membangkitkan
aliran fluida (untuk memindahkan sejumlah volume fluida) dan untuk memberikan
daya sebagaimana diperlukan.Apabila pompa digerakkan motor (penggerak uatama),
pada dasarnyapompa melakukan dua fungsi utama:
1) Pompa
menciptakan kevakuman sebagian pada sluran masuk pompa.Vakum ini memungkinkan
tekanan atmospher untuk mendorong fluida dari tangki (reservoir) kedalam pompa.
2) Gerakan
meknik pompa menghisap fluida kedalam rongga pemompaan, danmembawanya melalui
pompa, kemudian mendorong dan menekannyakedalam sistem hidrolik.
1. Pompa Vane
Ada
beberapa tipe pompa vane yang dapat digunakan, antara lain :
a) Pomap single
Stage
Ada
beberapa jenis pompa single stage menurut tekanan dandiplacement (perpindahan)
dan mereka banyak digunakan diantara tipe-tipelain sebagai sumber tenaga
hidrolik.
b) Pompa
Ganda ( Double pump)
Pompa ini
terdiri dari dua unit bagian operasi pompa pada as yangsama, dapat dijalankan
dengan sendiri-sendiri dan dibagi menjadi dua tipe
tekanan
rendah dan tekanan tinggi.
2. Pompa
Roda Gigi ( Gear Pump )
a. Pompa
Roda Gigi external ( External Gear Pump )
Pompa ini
mempunyai konstruksi yang sederhana, danpengperasiannya juga mudah.Karena
kelebihan-kelebihan itu serta dayatahan yang tinggi terhadap debu, poma ini
dipakai dibanyak peralatankontruksi dan mesin-mesin perkakas.
b. Pompa
Rosa Gigi internal (Internal Gear Pump)
Menpunyai
keunggulan pulsasi kecil dan tidak mengeluarkan suarayang berisik.Internal
gear pumpdipakai dimesin injection moulding dan mesin perkakas. Ukurannya
kecil dibandingkan external gear pump, dan inimemungkinkan dipakai
dikendaraan bermotor dan peralatan lain yang hanyamempunyai ruangan sempit
untuk pemasangan.
3. Pompa
Piston Aksial
a. Tipe
Sumbu Bengkok (Bent Axl Type)
Dalam tipe
ini, piston dan silinder blok tidak sejajar dengan as
penggerak
tapi dihubungkan dengan suatu sudut. Dengan mengubah sudut
ini,
keluarnya minyak dapat diatur. Bengkokan sumbu juga dapat dibuat
menjadi
berlawanan arahnya sehingga arah hisap dan keluar menjadi
terbalik.
b. Tipe
Plat Pengatur ( Swash Plate Type )
Dalam tipe
ini letak piston dan silinder blok sejajar dengan as, danpelat pengtur yang
bisa miring memegang leher piston untuk mengubahstroke atas dan bawah atau kanan
dan kiri didalam rotasi silinder blok.Pengeluaran minyak dapat disetel dengan
bebas dengan mengubah sudut,dan saluran hisap dan keluar dapat dibalik dengan
memiringkan plat pengturkearah berlawanan.
d. Katup ( Valve)
Dalam
sistem hidrolik, katup berfungsi sebagai pengatur tekanandan aliran fluida yang
sampai kesilimder kerja. Menurut pemakainnya,katup hidrolik dibagi menjadi tiga
macam, antara lain :
1. Katup
Pengatur Tekanan ( Relief Valve )
2. Katup
Pengatur Arah Aliran ( Direction Control Valve )
3. Katup
Pengtur Jumalah Aliran ( Flow Control Valve )
1. Katup
Pengatur Tekanan ( Reliie Valve )
Katup
pengatur tekanan digunakan untuk melindungi pompa-pompadan katup-katup
pengontrol dari kelebihan tekanan dan untukmempertahankan tekanan tetap dalam
sirkuit hidrolik minyak. Cara kerjakatup ini adalah berdasarkan kesetimbangan
antara gaya pegas dengan gayatekan fluida. Dalam kerjanya katup ini akan
membuka apabila tekananfluida dalam suatu ruang lebih besar dari tekanan
katupnya, dan katup akanmenutup kembali setelah tekanan fluida turun sampai
lebih kecil daritekanan pegas katup.
2. Katup
Pengatur Arah Aliran ( Flow Kontrol Valve )
Katup
pengontrol arah adalah sebuah saklar yang diracang untukmenghidupkan,
mengontrol arah, mempercepat dan memperlambat suatugerakan dari silinder kerja
hidrolik.Fungsi dari katup ini adalah untukmengarahkan dan menyuplai fuida
tersebut ke tangki reservoir.
3. Katup
Pengatur Jumlah Aliran ( Flow Control Valve )
Katup
pengontrol jumlah aliran adalah sebuah katup yang berfungsiuntuk mengatur
kapasitas aliran fluida dari pompa kesilinder, jumlah untukmengatur kecepatan
aliran fluida dan kecepatan gerak piston dari silinder.Dari fungsi diatas dapat
diambil kesimpulan bahwa kecepatan gerak pistonsilinder ini tergantung dari
berapa fluida yang masuk kedalam ruang silinderdi bawah piston tiap satuan
waktunya.Ini hanya mampu dilakukan denganmengatur jumlah aliran fluidanya.
e. Silinder
Kerja Hidrolik
Silinder
kerja hidrolik merupakan komponen utama yang berfungsiuntuk merubah dan
meneruskan daya dari tekanan fluida, dimana fluidaakan mendesak piston yang
merupakan satu-satunya komponen yang ikutbergerak untuk melakukan gerak
translasi yang kemudian gerak iniditeruskan kebagian mesin melalui batang
piston. Menurut kontruksi,silinder kerja hidrolik dibagi menjadi dua macam tipe
dalam sistem hidrolik,
antara lain
:
1. Silinder
kerja penggerak tunggal (Single Acting)
Silinder
kerja jenis ini hanya memiliki satu buah ruang fluida kerjadidalamnya, yaitu
ruang silinder diatas atau dibawah piston.Kondisi inimengakibatkan silinder
kerja hanya bisa melakukan satu buah gerakan,yaitu gerakan tekan.Sedangkan
untuk kembali keposisi semula, ujungbatang piston didesak oleh gravitasi atau
tenaga dari luar.
2. Silinder
kerja penggerak ganda (Double Acting)
Silinder
kerja ini merupakan silinder kerja yang memiliki dua buahruang fluida didalam
silinder yaitu ruang silinder diatas piston dan dibawahpiston, hanya saja ruang
diatas piston ini lebih kecil bila dibandingkandengan yang dibawah piston
karena sebagian ruangnya tersita oleh batangpiston.Dengan konstruksi tersebut
silinder kerja memungkinkan untukdapat melakukan gerakan bolak-balik atau
maju-mundur.
f.
Manometer (Presure Gauge)
Biasanya
pengatur tekanan dipasang dan dilengkapi dengan sebuahalat yang dapat
menunjukkan sebuah tekanan fluida yang keluar.Perinsipkerja alat ini ditemukan
oleh Bourdon. Oli masuk kepengatur tekanan lewatlubang saluran P. Tekanan
didalam pipa yang melengkung
(1) Bourdon
lingkaran luar
(2)
menyebabkan pipa memanjang. Tekanan lebih besar akan mengakibatkan belokan
radius lebih besar pula. Gerakan perpanjangan pipa tersebut kemudian diubah
kesuatu jarum penunjuk
(3), JIS
Symbol JIS Symbol tembereng roda gigi
(4), dan
roda gigi pinion
(5).Tekanan
pada saluran masuk dapat dibaca pada garis lengkung skala penunjuk
(6). lewat
tuas penghubung
(7). prinsip
pembacaan pengukuran tekanan manometer ini adalah bekerja berdaarkan atas dasar
perinsip analog.
g. Saringan
Oli (Oil Filter)
Filter
berfungsi menyaring kotoran-kotoran dari minyak hidrolikdan diklasifikasikan
menjadi filter saluran yang dipakai saluran bertekanan.Filter ditempatkan
didalam tangki pada saluran masuk yang akan menuju kepompa. Dengan adanya
filter, diharapkan efisiensi peralatan hidrolik dapatditinggikan dan umur
pemakaian lebih lama.
h. Fluida
Hidrolik
Fluida
hidrolik adalah salah satu unsur yang penting dalam peralatanhidrolik.Fluida
hidrolik merupakan suatu bahan yang mengantarkan energy dalam peralatan hidrolik
dan melumasi setiap peralatan serta sebagai mediapenghilang kalor yang timbul
akibat tekanan yang ditingkatkan danmeredam getaran dan suara.Fluida hidrolik
harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1)
Mempunyai viskositas temperatur cukup yang tidak berubah denganperubahan
tempertur.
2) Mempertahankan
fluida pada temperatur rendah dan tidak berubahburuk dengan mudah jika dipakai
dibawah temperatur.
3)
Mempunyai stabilitas oksidasi yang baik.
4)
Mempunyai kemampuan anti karat
5) Tidak
merusak (karena reaksi kimia) karat dan cat.
6) Tidak
kompresible (mampu merapat)
7)
Mempunyai tendensi anti foatming (tidak menjadi busa) yang baik.
8)
Mempunyai kekentalan terhadap api.
i. Pipa
Sluran Minyak
Pipa
merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah system hidrolik yang
berfungsi untuk meneruskan fluida kerja yang bertekanan daripompa pembangkit ke
silinder kerja. Mengingat kapasitas yang mampudibangkitkan oleh silinder kerja,
maka agar maksimal dalam penerusanfluida kerja bertekanan, pipa-pipa harus
memenuhi persaratan sebagaiberikut :
1) Mampu
menahan tekanan yang tinggi dari fluida.
2)
Koifisien gesek dari dinding bagian dalam harus sekecil mungkin.
3) Dapat
menyalurkan panas dengan baik.
4) Tahan
terhadap perubahan suhu dan tekanan.
5) Tahan
twerhadap perubahan cuaca.
6) Berumur
relatif panjang.
7) Tahan
terhadap korosi.
j. Unit
Pompa Hidrolik (Power Pack)
Unit pompa
adalah kombinasi dari tangki minyak, pompa, motordan relief valve.
Disamping itu hand kontrol valve dan peralatanperlengkapan dipakai
sesuai keperluan:Syarat-syarat pembuatan unit pompa hidrolik (Power Pack)
antaralain sebagai berikut:
1) Tangki
minayk harus dirancang untuk mencegah masuknya debu dankotoran-kotoran lain
dari luar.
2) Tangki
minyak harus dapat dilepaskan dari unit utama untuk keperluanmaintenance dan
memastikan akurasinaya. Untuk membebaska uadara.
3)
Kapasitas dan ukuran tangki minyak harus cukup besar untukmempertahankan
tingkat yang cukup dalam langkah apapun.
4) Bufflu
plate (plate pemisah) harus dipasang antara pipa kembali danpipa hisap
untuk memisahkan kotoran.
5) Pipa
pengembali dan pipa hisap pompa harus dibawah level minyak.
k. Istilah
dan Lambang dalam Sistem Hidrolik
Dalam
pembuatannya, rangkaian sistem hidrolik diperlukan banyakkomponen penyusunnya
dan apabila dilakukan langsung dalam lapangan akan memakan waktu yang cukup
lama. Oleh karena itu, pada sistem hidrolik terdapatlambang-lambang atau tanda
penghubung sistem hidrolik yang dikumpulkandalam lembar norma DIN 24300 (1966).
Tujuan lambang atau simbol yangdiberikan pada sistem hidrolik adalah:
a.
Memberikan suatu sebutan yang seragam bagi semua unsur hidrolik.
b.
Menghindari kesalahan dalam membaca skema sistem hidrolik.
c.
Memberikan pemahaman dengan cepat laju fungsi dari skema system hidrolik.
d. Menyesuaikan
literatur yang ada dari dalam negeri maupun luar negeri.
Lambang
Keterangan
Saluran
pengisian dan saluran kerja.Saluran pengendali atau saluran buang.
Saluran
fleksibel selang, pipa spiral, dan sebagainya.Penyilangan saluran tidak
terhubung.Penyilangan saluran terhubung.
Tabel 1. Simbol-simbol pipa hidrolik
Simbol
Keterangan
2 lubang
Memiliki 2 lubang penghubung dan dipakai untuk membuka dan menutup saluran.3
lubang Memiliki 3 lubang penghubung dan dipakai flow control dari sebuah lubang
pompa ke dua arah.4 lubang Memiliki 4 lubang penghubung dan dipkai untuk
operasi maju / mundur dan pemberhentian
aktuator. Banyak
lubang Memiliki 5 lubang penghubung atau lebih dan dipakai untuktujuan khusus.2
posisi Memiliki 2 posisi kontrol.3 posisi Memiliki 3 posisi kontrol.Banyak
posisi Memiliki 4 posisi kontrol atau lebih yang dipakai untuk tujuan tertentu.
2.5 perancangan pembuatan mesin hidrolik pencetak paving
Tahapan-Tahapan Dalam Perencanaan
1.
Menentukan spesifikasi tekanan yang dibutuhkan untuk membuat paving
2.
Menentukan spesifikasi komponen-komponen yang dibutuhkan dalam mesin hidrolik
pencetak paving
3. Membuat
gambar kerja mesin hidrolik pencetak paving
4.
Menentukan jenis dan ukuran plat untuk membuat meja hidrolik
5.
Pembuatan meja hidrolik dan dudukan silinder hidrolik serta cetakan paving atas
dan bawah.
a. Memotong
bahan sesuai denagn gambar kerja yang telah dibuat
b.
Merangkai bahan yang telah dipotong
c.
Menggerinda hasil las yang kurang baik
d.
Finishing (mengampelas kemudian mengecat meja kerja)
No comments:
Post a Comment