INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT
1.
INDIVIDU
A. Pengertian Individu
Individu berasal dari kata individium, yaitu unit terkecil pembentuk masyarakat.[1] Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu menurut konsep sosiologis berarti manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga,rasio dan rukun.
B. Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (HEREDITY) dan karakteristik yang diperoleh dari lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristikketurunan yang dimiliki sejak lahir yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Nature dan Nurture merupakan istilahyang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik – karakteristik individu dalam fisik,mental dan emosional pada setiap perkembangan. Karakterisitik yang berkaitan yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap. Sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan
C. Perbedaan Individu
Individu berasal dari kata individium, yaitu unit terkecil pembentuk masyarakat.[1] Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Individu menurut konsep sosiologis berarti manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga,rasio dan rukun.
B. Karakteristik Individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (HEREDITY) dan karakteristik yang diperoleh dari lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristikketurunan yang dimiliki sejak lahir yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Nature dan Nurture merupakan istilahyang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik – karakteristik individu dalam fisik,mental dan emosional pada setiap perkembangan. Karakterisitik yang berkaitan yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap. Sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan
C. Perbedaan Individu
a) Perbedaan
Kognitif
Menurut Bloom, proses belajar, baik di sekolah maupun di
luar sekolah
menghasilkan tiga pembentukan
kemampuan yang dikenal sebagai taxonomi
Bloom,
yaitu kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kemampuan kognitif
merupakan
kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Pada dasarnya kemampuan kognitif
merupakan hasil belajar. Hasil belajar dalam hal ini merupakan perpaduan antara
pembawaan dengan pengaruh
lingkungan. Proses pembelajaran adalah upaya
menciptakan lingkungan yang
bernilai positif, diatur dan direncanakan
untuk mengembangkan faktor dasar yang
dimiliki oleh anak.
b) Perbedaan dalam Kecakapan Bahasa
Bahasa adalah salah satu kemampuan
individu yang penting sekali dalam kehidupannya. Kemampuam berbahasa merupakan
kemampuan individu untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata
dan kalimat yang bermakna, logis, dan sistematis. Kemampuan berbahasa setiap
individu berbeda. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan
faktor lingkungan termasuk faktor fisik (organ untuk bicara).
c) Perbedaan dalam Kecakapan Motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan
psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf
motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat (otak) untuk melakukan kegiatan.
Kegiatan ini terjadi karena kegiatan kerja syaraf yang sistematis. Alat indra
menerima rangsangan, rangsangan tersebut diteruskan melalui syaraf sensoris ke
syaraf pusat (otak) untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh syaraf motorik untuk
memberikan reaksi dlamm bentuk gerakan- gerakan atau kegiatan. Dengan
demikian ketepatan kerja jaringan syaraf akan menghasilkan suatu bentuk
kegiatanh yang tepat (sesuai antara rangsangan dan responnya). Kerja ini akan
menggambarkan tingkat kecakapan motorik.
d) Perbedaan dalam Latar Belakang
Latar belakang individu dapat dipengaruhi
oleh faktor dalam dan luar. Faktor dari nya, kecerdasan, kemauan, bakat, minat,
emosi, perhatian, kebiasaan bekerja sama, dan kesehatan yang mendukung
belajar. Anak-anak juga berbeda diapandang dari segi latar belakang
budaya dan etnis.
e) Perbedaan dalam Bakat
Bakat adalah kemampuan khusus yang dibawa
sejak lahir. Bakat dapat juga diartikan sebagai kemampuan dasar yang menentukan
sejauh mana keberhasilan seseorang untuk memperoleh keahlian atau pengetahuan
tertentu bilamana seseorang diberi latihan-latihan tertentu. Misalnya seseorang
yang mempunyai bakat numerical yang baik, bila diberi latihan-latihan akuntansi
keuangan, akan mudah untuk menguasai masalah akuntansi, begitu pula sebaliknya.
2. KELUARGA
A.
Pengertian Keluarga
Keluarga
adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu
kelompok kecil dalam masyarakat. Sehingga keluarga itu terbagi menjadi dua,
yaitu:
a)
Keluarga Kecil
atau “Nuclear Family”
Keluarga
inti adalah unit keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak-anak
mereka; yang kadang-kadang disebut juga sebagai “conjugal”-family.
b)
Keluarga Besar “Extended Family”
Keluarga
besar didasarkan pada hubungan darah dari sejumlah besar orang, yang meliputi
orang tua, anak, kakek-nenek, paman, bibi, kemenekan, dan seterusnya. Unit
keluarga ini sering disebut sebagai ‘conguine family’ (berdasarkan pertalian
darah).
B.
Fungsi Keuarga
a. Fungsi Biologis
Persiapan perkawinan yang perlu
dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain
pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus
rumah tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara
pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya
terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya,
melalui perkawinan.
b.
Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk
berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c. Fungsi Ekonomi
Keluarga
berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
1. Kebutuhan makan dan minum
2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
3. Kebutuhan tempat tinggal.
Berhubungan dengan fungsi
penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha
keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup
pakaian serta tempat tinggal.
d.
Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk
menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya
sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e.
Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan
yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua,
yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain
sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna
perbuatan dan lain-lain.
3. Masyarakat
A. Definisi Masyarakat
Masyarakat (yang
diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang adalah membentuk
sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi antara
individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" berakar dari bahasa Arab, musyarakah. Arti yang lebih
luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar
entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang
interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan
lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok
individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
B.
Pengelompokan
Masyarakat
a)
Ras
Merupakan
penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik yang tampak dari luar
(fenotip), seperti warna kulit, bentuk rambut, ukuran badan, dan lain-lain. Ras
merupakan kodrat setiap manusia, jadi tidak ada satu ras yang memiliki
kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ras yang lain. Secara umum,
ras-ras manusia di dunia dapat dibedakan menjadi empat, yaitu ras Austroloid
(orang Aborigin), Mongoloid (Asia dan penduduk asli Amerika), Kaukasoid (Eropa
dan Arab), dan Negroid (kulit hitam).
b)
Suku
Bangsa
Adalah
pengelompokan manusia berdasarkan corak budaya yang dimilikinya. Hildred Geertz
dalam penelitiannya menyatakan bahwa di Indonesia terdapat 319 suku bangsa,
sedangkan menurut Koentjoroningrat terdapat 200 suku bangsa. Setiap suku bangsa
biasanya memiliki bahasa daerah, adat istiadat, dan kesenian yang khas.
c)
Agama
Merupakan
sistem kepercayaan yang telah dibakukan dan dipandang sebagai sebuah kebenaran.
Agama berisi pedoman-pedoman kepada manusia tentang hubungan antara sesama
manusia dan antara manusia dengan tuhan.
d)
Gender
Adalah diferensiasi sosial
berdasarkan perbedaan sifat antara laki-laki dan perempuan. Dalam beberapa
kebudayaan, laki-laki dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi
daripada perempuan. Akan tetapi, sekarang ini laki-laki dan perempuan dianggap
mempunyai kedudukan dan peran yang sejajar dalam masyarakat
Source :
No comments:
Post a Comment