Tuesday, 5 April 2016

Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan


Nama :  Meyanda Nur Saputra
Kelas :  2IC11                       
NPM :  26414609                











Universitas Gunadarma
Teknik Mesin
Bekasi
2016



BAB I
Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan



A.        Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan
       
              Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan, dilanjutkan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya.
            Kondisi tersebut ditanggapi oleh Bangsa Indonesia berdasarkan kesaamaan nilai-nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Kesamaan nilai-nilai tersebut dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat kebangsaan.
           Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Selain itu nilai-nilai perjuangan bangsa masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta terbukti keandalannya.
            Semangat perjuangan bangsa telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi. Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan internasional, Negara-negara maju yang ikut mengatur pencaturan politik,ekonomi,social budaya serta pertahanan dan keamanan global. Globalisasi juga ditandai oleh perkembangan pengetahuan dan tekonologi,khususnya di bidang informasi, komunikasi dan transportasi.     
                
B.        Kompetensi Yang Diharapkan

            Melalui pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa diharapkan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, Negara dan hubungan internasional.

            Tujuan utama dari Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk membangun kesadaran bernegara, serta sikap cinta tanah air dan mempertahankan kebudayaan bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan harus ditanamkan sejak dini agar dapat bersama -  sama membangun bangsa yang lebih baik di masa depan.

        Berkaitan dengan pengembangan nilai, sikap, dan kepribadian diperlukan pembekalan kepada para siswa/mahasiswa di Indonesia yang dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam kehidupan) yang disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.
          Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya. Hak asasi manusia sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari-hari.

          Pendidikan Kewarganegaraan akan menghasilkan sikap mental yang cerdas,penuh rasa tanggung jawab, seperti :

          1.       Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta 
                    mengkhayati nilai-nilai falsafah bangsa
          2.       Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat
          3.       Rasional,dinamisdan sadar akan hak dan kewajiban
          4.       Bersifat professional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
          5.       Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni 
                    untuk kepentingan bernegara.

C.      Pengertian dan Pemahaman tentang Bangsa dan Negara
         
          Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri.
          Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib dari beberapa kelompok manusia tersebut.

          1.       Teori terbentuknya negara
                   a.       Teori Hukum Alam (Plato dan Aristoteles)
                             Kondisi Alam à Berkembang Manusia àTumbuh Negara
                   b.       Teori Ketuhanan.
                             Segala sesuatu ciptaan Tuhan.  
                   c.       Teori Perjanjian ( Thomas Hobbes)
                              Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan,
                              manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya.

          2.     Unsur Negara
                   a.       Konstitutif
                   b.       Deklaratif

          3.     Bentuk Negara
                   a.       Negara kesatuan
                   b.       Negara serikat

D.      Negara dan Warga Negara dalam Sistem Kenagaraan di Indonesia
         
          Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota PBB. Dalam UUD 1945 telah diatur tentang kewajiban negara terhadap warga negaranya, juga tentang kewajiban warga negara kepada negaranya.

1.       Proses Bangsa Yang Menegara
         
          Di Indonesia menegara telah dimulai sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 dan terjadinya Negara Indonesia merupakan suatu proses rangkaian tahap-tahapnya yang berkesinambungan.

          Secara ringkas, proses tersebut adalah sebagai berikut :
          a. Perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia
          b. Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan
          c. Keadaan bernegara yang nilai-nilai dasarnya ialah merdeka,
              bersatu,berdaulat, adil dan makmur.

          Proses bangsa yang menegara di Indonesia diawali adanya pengakuan yang sama atas kebeneran hakiki kesejarahan. Kebenaran hakiki dan kesejarahan yang dimaksud adalah
          a. Kebenaran yang berasal dari Tuhan.
          b. Kesejarahan

2.       Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara
          a.       Hak warga negara
                    Hak asasi manusia menurut UUD 1945 :
                   - Hak untuk menjadi warga negara (pasal 26)
                   - Hak untuk hidup (pasal 28A)
                   - Hak memperoleh keadilan hukum
                   - Hak membentuk keluarga (pasal 28B ayat 1)
                     Dan masih banyak lagi.

          b.       Kewajiban warga negara antara lain
                   - Melaksanakan aturan hukum
                   - Menghargai hak orang lain
                   - Membayar pajak
                   - Menjadi saksi di pengadilan
                     Dan masih banyak lagi.

          c.       Tanggung jawab warga negara
                   Berikut macam – macam tanggung jawab warga negara
                    - Mewujudkan kepentingan nasional
                   - Memelihara dan memperbaiki demokrasi
                   - Mengembangkan kehidupan masyarakat ke depan
                   - Ikut terlibat dalam membantu memecahkan masalah.

          d.       Peran warga negara
                   - Menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan.
                   - Berpatisipasi aktif dalam pembangunan nasional
                   - Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar
                   - Menciptakan kerukunan umat beragama
                  
E.      Pemahaman tentang Demokrasi
                  
          1.       Konsep Demokrasi
                    Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari,oleh dan untuk
                    rakyat demos).
          2.       Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
                     a.       Pemerintahan Monarki(mutlak,konstitusional dan parlementer)
                     b.       Pemerintahan Publik

                   Menurut John Locke, kekuasaan dibagi menjadi 3, yaitu :
                    a.       Badan Legislatif
                    b.       Badan Eksekutif
                    c.       Badan Federatif

          3.       Klarifikasi Sistem Pemerintahan
                     Mengenai model sistem pemerintahan negara, ada empat macam,yaitu :      
                   - Sistem pemerintahan dikatator
                   - Sistem pemerintahan parlementer
                   - Sistem pemerintahan presidential
                   - Sistem pemerintahan campuran

F.      Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia
         
            Pancasila merupakan  pandangan hidup dan jiwa bangsa, kepribadian bangsa, tujuan dan cita-cita hukum bangsa dan Negara, serta cita-cita moral bangsa Indonesia. Beberapa prinsip dasar sistem pemerintahan Indonesia yang terdapat dalam UUD 1945 adalah bahwa Indonesia ialah negara yang berdasar atas hukum dan sistem konstitusi dimana kekuasaan negara yang tertinggi di tangan MPR. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi di bawah majelis dan juga tidak bertanggung jawab terhadap DPR.

G.        Pemahaman tentang Hak Asasi Manusia
           1. Menimbang bahwa pengakuan atas martabat yang melekat dan hak-hak yang sama 
               dan tidak terasingkan dari semua masyarakat.
           2. Menimbang bahwa hak-hak manusia perlu dilindungi oleh peraturan hukum
           3. Menimbang bahwa memandang rendah hak asasi manusia adalah perbuatan yang
               tidak baik yang dapat menimbulkan rasa kemarahan
           4. Menimbang persahabatan terhadap negara lain perlu dilakukan
           5. Menimbang bahwa negara-negara anggota PBB telah menyatakan penghargaan
               terhadap hak asasi manusia.

H.         Kerangka Dasar Kehidupan Nasional Meliputi Keterkaitan antara Falsafah Pancasila
             UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahan Nasional.

                a.   Konsepsi Hubungan antara Pancasila dan Bangsa
                      Manusia Indonesia yang sudah menjadi bangsa Indonesia saat itu yaitu sejak
                      tanggal 28 Oktober 1928 telah mengakui bahwa diatasnya ada Sang Pencipta, 

                      yang akhirnya menimbulkan rasa kemanusiaan yang tinggi baik dengan bangsa 
                      sendiri ataupun bangsa lain.

            b.        Pancasila sebagai Landasan Ideal Negara
                       Cita-cita bangsa Indonesia yang luhur kemudian menjadi cita-cita Negara karena
                       pancasila merupakan landasan idealisme Negara Kesatuan Republik Indonesia, 

                       karena sila-sila  yang ada didalamnya merupakan kebenaran hakiki yang 
                       perlu diwujudkan.

I.          Landasan Hubungan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            1.         Pancasila Sebagai Ideologi Negara
                        Pancasila merupakan falsafah bangsa sehingga ketika Indonesia menjadi negara.

            2.         UUD 1945 Sebagai Landasan Konstitusi
                        Kemerdekaan Indonesia merupakan momentum yang sangat berharga dimana
                        bangsa kita bisa terlepas dari penjajahan.

             3.        Implementasi konsepsi UUD 1945 sebagai landasan konstitusi
                        - Pancasila                 : cita-cita dan ideologi negara
                        - Penataan                 : Infrastruktur politik negara
                        - Ekonomi                  : Peningkatan taraf hidup melalui penguasaan bumi dan air
                        - Kualitas Bangsa      : Mencerdaskan bangsa

            4.         Konsepsi pertama tentang Pancasila sebagai cita-cita dan ideologi negara
                        a.      Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan 
                                 dengan hak asasi manusia.
                        b.      Kehidupan berbangsa dan bernegara ini harus mendapatkan Ridlo 
                                 Allah SWT.
                        c.      Adanya masa depan yang harus diraih.
                        d.      Cita-cita harus dicapai oleh bangsa Indonesia melalui wadah Negara
                                  kesatuan Republik Indonesia.

            5.         Konsep UUD 1945 dalam mewadahi perbedaan pendapat dalam masyarakat.
                        Paham Negara RI adalah demokratis,karena itu idealism Pancasila yang 
                        mengakui adanya perbedaan pendapat dalam kelompok bangsa Indonesia 
                        ini.

            6.         Konsepsi UUD 1945 dalam infrastruktur politik.
                        Infrastruktur politik adalah wadah masyarakat yang menggambarkan bahwa
                        masyarakat ikut menentukan keputusan politik dalam mewujudkan cita-cita 
                        nasional berdasarkan falsafah bangsa.

J.           Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

           1.     Situasi NKRI terbagi dalam periode-periode

            Tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan sampai 1965 disebut periode lamsa atau orde lama. Pada tahun 1954, terbitlah produk Undang-undang tentang Pokok-pokok Perlawanan Rakyat (PPPR) dengan Nomor 29 Tahun 1954.
            Tahun 1965 sampai 1968 disebut periode baru atau orde baru. Pada tahun 1973 keluarlah Ketetapan MPR dengan Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN. Lalu pada tahun 1982 keluarlah UU No. 20 Tahun 1982 tentang ketentuan Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia.
            Tahun 1998 sampai sekarang disebut periode Reformasi, untuk menghadapi perkembangan jaman globalisasi maka diperlukan undang-undang yang sesuai maka keluarlah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional yang mengatur kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan.
            Tinggi perlu mendapatkan Pendidikan Kewarganegaraan karena Perguruan Tinggi sebagai institusi ilmiah bertugas secara terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan umum dan Perguruan Tinggi sebagai instrument nasional untuk mencetak calor pemimpin bangsa
                    
K.      Landasan Hukum Kewarganegaraan

       a. UUD 1945; Pembukaan UUD 1945, alinea kedua dan keempat (cita-cita, tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya). Pasal 27 (1), kesamaan kedudukan warganegara di dalam hukum dan pemerintahan. Pasal 27 (3), hak dan kewajiban warganegara dalam upaya bela negara. Pasal 30 (1), hak dan kewajiban warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 31 (1), hak warganegara mendapatkan pendidikan.

     b. Undang–Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum dan isi pendidikan yang memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan terus ditingkatkan dan dikembangkan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan.

        c. UU No 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

L. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

      Tujuan utama dari Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk membangun kesadaran bernegara, serta sikap cinta tanah air dan mempertahankan kebudayaan bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan harus ditanamkan sejak dini agar dapat bersama -  sama membangun bangsa yang lebih baik di masa depan.
        Berkaitan dengan pengembangan nilai, sikap, dan kepribadian diperlukan pembekalan kepada para siswa/mahasiswa di Indonesia yang dilakukan melalui Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Ilmu Sosial Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Alamiah Dasar (sebagai aplikasi nilai dalam kehidupan) yang disebut kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) dalam komponen kurikulum perguruan tinggi.
            Berdasarkan Keputusan DIRJEN DIKTI No. 43/ DIKTI/ Kep/ 2006, tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah dirumuskan sebagai visi, misi dan kompetensi. Visi pendidikan kewarganegaraan di perguraan tinggi adalah merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi, guna mengantarkan mahasisiwa memantapkan kepribadianya sebagai manusia seutuhnya. Misi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa memantapkan kepribadianya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa tanggung jawab dan bermoral.

Sumber :

E-book Pengantaran Kewarganegaraan Universitas Gunadarma

http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/01/mengapa-pendidikan-kewarganegaraan-dipelajari-sampai-di-perguruan-tinggi-645623.html

https://guildanjing.wordpress.com/2013/03/13/latar-belakang-landasan-hukumdan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan/