Nama : Meyanda Nur Saputra
Kelas : 2IC11
NPM : 26414609
Teknik Mesin
Bekasi
2016
BAB II
WAWASAN NUSANTARA 1
BAB II
WAWASAN NUSANTARA 1
A. Latar Belakang Wawasan Nusantara
Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa,yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang,jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat. Dalam kehidupan bernergara keanekaragaman memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhannya.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategi sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaannya.
B. Landasan Wawasan Nasional
- Machiavel (abad XVII)
b. Untuk menjaga kekuasaan rezim,politik adu domba adalah sah
c. Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang
2. Napoleon Bonparte (abad XVII)
Kekuatan politik harus didampingi dengan kekuatan logistik dan ekonomi, yaitu didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah bangsa lain.
3. Jendral Clausewitzh (abad XVII)
Seperti yang ditulis dalam bukunya yang berjudul "Vom Kriegen" (tentang perang) setelah ia bergabung dengan tentara rusia karena sebelumnya sempat diusir dari pasukan Napoleon, ia menulis bahwa perang adalah kelanjutan politik dan menurut nya perang sah sah saja untuk mencapai tujuan nasional
4. Fuerback dan Hegel (abad XVII)
Menurutnya keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu sendiri.
5. Lenin (abad XIX)
Menurutnya perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahan darah / revolusi negara lain di seluruh dunia adalah sah.
6. Lucian W.Pye dan Sidney
Pada tahun 1972 di dalam bukunya yang berjudul "Political Cultural dan Political Development dinyatakan bahwa ketetapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan poliyik bangsa yang bersangkutan.

No comments:
Post a Comment