PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Istilah teknologi informasi mulai populer
di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa
disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data
processing).Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan
penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.
Kebutuhan
sehari-hari manusia terus meningkat dan kesibukan pun tidak
bisa dihindari, begitu juga dengan Teknologi Perbankan yang semakin hari
semakin berkembang guna memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Manusia pada dasarnya ingin suatu hal serba instan dan praktis, para pihak Bankpun tidak mau ketinggalan dengan terobosan-terobosan teknologi
sehingga para nasabah bisa nyaman
dengan pelayanannya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas yang
diberikan oleh dosen bidang studi Teknik Mesin. Materi
yang akan dibahas adalah tentang pemanfaatan Teknologi Informasi khususnya
komputer pada bidang Perbankan, seperti Internet banking,SMS Banking,ATM dll.
Rumusan Masalah
Adapun
permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana pemanfaatan IT dalam bidang Perbankan ?
Tujuan dan Manfaat
Adapun
tujuan dari pembuatan makalah ini adalah kita dapat memahami dan mengetahui apa
sebenarnya dan seberapa penting peranan Teknologi Informasi dalam bidang perbankan.
Sejarah
Singkat Perbankan
Asal
mula kegiatan Perbankan Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan
perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian
usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang.
Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa
pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika
maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnyaper bankan dimulai
dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal
sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo
dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dinegan
kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama
Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya,
kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang.
Berikutnya
kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang
disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada
masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Sejarah
perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda.
Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di
Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain:
1.
De Javasce NV.
2.
De Post Poar Bank.
3.
De Algemenevolks Crediet Bank.
4. Nederland Handles Maatscappi (NHM).
5. Nationale Handles Bank (NHB).
6.
De Escompto Bank NV.
Di
samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang
asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
1. Bank Nasional indonesia. 2. Bank Abuan Saudagar. 3. NV Bank Boemi. 4. The
Chartered Bank of India. 5. The Yokohama Species Bank. 6. The Matsui Bank. 7.
The Bank of China. 8. Batavia Bank.
Peranan IT dalam Dunia Perbankan
Perkembangan
teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya
manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras
dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN (Local Area
Network) ataupun WAN (Wide Area Network) dan sistem telekomunikasi yang akan
digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi
informasi masih terus meningkat hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis
pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai
bidang juga jumlah SDM (Sumber Daya Manusia) berkemampuan di bidang teknologi
informasi masih sedikit, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Diperlukan
suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat
Indonesia siap menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang dapat menyediakan
akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan
merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal,
meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas
sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi,
termasuk penerapan peraturan perundang - undangan yang mendukungnya,mendorong
pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.
Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata.
Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global seperti
AFTA, APEC, WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Kenyataan integrasi
perekonomian dunia ini memang harus kita siapkan dan hadapi.
Sekarang
telah banyak pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi
menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan
layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota
besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih
terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga
terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam
ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi
infrastruktur sekarang selain aspek geografis Indonesia
yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional
sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem
informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang
pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh,
seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada
layanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari bank tersebut, atau seorang nasabah
dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya
dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Selain
itu, peranan lain Teknologi Informasi dalam dunia perbankan adalah
diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet
Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking
antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran
tagihan, dan informasi rekening.
Karakteristik dan Komplesitas Teknologi Sistem Informasi (TSI)
Perbankan
1)
Platform
perangkat keras
A. Platform
perangkat computer (Main Frame, Minicomputer, PC LAN).
B. Media
Komunikasi Data hub antar kantor (OnLine, OffLine)
C. Tipe
Hubungan Antar Kantor (Centralized, Combination, Distributed, OffLine)
D. Tingkat
Integrasi Sistem (RealTime, Batch, Re-Entry)
2) Media
Komunikasi
Komunikasi Data merupakan contoh dari
penggunaan TSI perbankan dimana komunikasi tersebut dapat dilakukan secara
Online dan Offline. Komunikasi data Offline yaitu pertukaran data yang
dilakukan tanpa adanya jaringan internet sebagai penghubungnya atau biasa
dilakukan pada satu gedung saja, dah bahkan pada bank-bank yang belum
berkembang komunikasi data yang dilakukan masih menggunakan flashdisk.
Sedangkan bila dilakukan secara Online itu seperti Vsat, Leased Line dan Dial Up.
3) Mode
atau Sifat Keterhubungan antar Kantor
Ø Centralisasi
Yaitu dimana pemprosesan data terpusat
pada pusat bank dan bergantung sepenuhnya pada pusat.
Ø Distributed
yaitu pusat memberikan
kewenangan untuk data diolah kecabang terlebih dahulu dan kemudian dikumpulkan
ke pusat dengan ketentuan waktu yang telah disepakati.
Ø Combination
merupakan cara berhubungan antar kantor
yang melakukan keduanya sekaligus atau mengkombinasikannya.
4) Tingkat
Integrasi Sistem Aplikasi
Sistem
aplikasi computer yang digunakan di bidang perbankan harus bisa
mengakomodasikan semua kebutuhan bank dan sesuai dengan ketentuan otoritas
moneter (salam hal ini adalah Bank Indonesia). Hal ini memerlukan pemilihan
software computer mengingat jenis software yang ada dan ditawarkan di pasar
relative banyak. Secara umum pemilihan
ini berdasarkan kesesuaian antara kapasita bank dengan fasilitas atau kemampuan
software yang akan dipilih sehingga investasi yang telah dikeluarkan
benar-benar efektif dan memberikan nilai tambah terhadap bank.
Kriteria
pemilihan software computer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank
secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:
Ø Kemampuan
dokumentasi atau Penyimpanan Data Jenis dan klasifikasi data bank yang relative
banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan digunakan, termasuk
pertimbangan segi keamanan datanya.
Ø Keluwesan
(Flexibility)
Operasional bank selalu berkembang
dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan mungkin
bertambah di kemudian hari walaupun informasi dasarnya tetap sama.
Kondisi ini harus bisa diantisipasi oleh perangkat lunak computer sampai
batas-batas tertentu.
Ø Sistem
Keamanan
Sebagai lembaga kepercayaan masyarakat
(agent of trusth), bank memerlukan system keamanan yang handal untuk menjaga
kerahasiaan data atau keuangan nasabah; serta mencegah penyalahgunaan data atau
keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Software computer
perbankan yang baik harus menyediakan fasilitas pengendalian dan pengamanan tersebut.
Ø Kemudahan
penggunaan (user friendly)
Pengertian mudah dioperasikan bukan
berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software tersebut tetapi
petugas yang memang mempunyai kewenangan mudah mengoperasikan proses yang
menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses, dan output yang dilakukan pada
software tersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan perbankan secara
keseluruhan. System aplikasi computer yang baik bahkan dapat mendeteksi
kesalahan pengoperasian yaitu dengan
memberikan error message dan memberikan petunjuk pemecahan masalahnya.
Ø Sistem
Pelaporan (Reporting system)
Data atau informasi yang dibutuhkan
harus bisa disajikan dalam bentuk yang jelas dan mudah dimengerti. Bank
memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan jelas tersebut terutama dalam
proses pemeriksaan (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh
pihak- pihak yang berkempentingan dengan harapan keuangan setiap bank menjadi
lebih transparan dan bisa dipertanggung jawabkan.
Ø Aspek
Pemeliharaan
Kinerja software perbankan diharapkan
relative stabil selama bank beroperasi. Kondisi ini memerlukan aspek pemeliharaaan
yang baik, dalam arti secara teknis tidak sulit dilakukan dan tidak membutuhkan
biaya yang relative mahal. Pemeliharaan ini juga menyangkut pergantian atau
perbaikan teknis peralatan dan modifikasi atau pengembangan software.
Ø Source
Code
Software perbankan biasanya merupakan
program paket yang sudah di-compile sehingga menjadi excecutable file. File
program tersebut relative tidak bisa dirubah atau dimodifikasi seandainya bank
menginginkan perubahan atau fasilitas tambahan dari software tersebut. Kondisi
ini bisa diatasi jika pihak bank mempunyai dan memahami software tersebut dalam
bentuk bahasa pemrograman aslinya atau source code.
Pengenalan Sistem Aplikasi Perbankan
Sistem
Informasi dalam dunia perbankan merupakan suatu keniscayaan, karena dalam opersionalnya
dituntut kecepatan dalam pertukaran informasi maupun dalam kapasitas penyimpanan
data informasi bank. Bank sebagai lembaga jasa keuangan yang menekankan pada
aspek pelayanan, maka kemudahan serta kecepatan dalam melayani kebutuhan
nasabah menjadi unsur yang sangat penting.
1.
Customer Information System
Sistem
informasi nasabah (custome information system), adalah sistem aplikasi data /
file yang berisi tentang informasi Nasabah.
2.
Deposit Information System
Sistem
informasi keuangan merupakan bagian penting dari struktur informasi di berbagai
lembaga keuangan. Meskipun sering dinamakan sistem general ledger, sistem informasi
keuangan sebenarnya adalah sistem pelaporan dan pengendalian keuangan
menyeluruh yang tidak hanya sebatas fungsi-fungsi rutin yang mencakup
pemeliharaan general ledger sebuah lembaga. Sistem ini merupakan salah satu
dari dua sistem yang memayungi kegiatan bank.
3.
Struktur aplikasi perbankan dan
komponen-komponen teknologi informasi
Contoh
strktur menu aplikasi DPK
4.
Financial Information System
Sistem
informasi keuangan (financial information system), adalah sistem aplikasi
perbankan terpadu sebenarnya terdiri dari berbagai subsistem atau modul-modul
yang saling berhubungan satu sama lain.
Jika seluruh aktivitas bank sudah menggunakan sistem aplikasi maka jumlah
subsistem atau modul aplikasinya akan semakin banyak.
Trend Teknologi Perbankan
1.
Perkembangan teknologi komputer di
Perbankan
Dalam
dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah
strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses
inovasi produk dan jasa seperti halnya pelayanan electronic transaction
(e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan
bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank
yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang
berdasarkan teknologi. Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi
membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi
sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti :
-
Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller.
-
Adanya ATM ( Auto Teller Machine ) pengambilan uang secara cash secara 24 jam.
Pada
dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan
mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam
proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction
(e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan
bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank
yang mengubah pelayanan transaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang
berdasarkan teknologi.
2.
Kriteria pemilihan teknologi di
dunia perbankan
Lembaga
keuangan di Indonesia, termasuk bank, sudah lebih cepat dan intensif
dibandingkan sector atau jenis industri lainnya dalam menerapkan teknologi
computer dalam memberikan pelayanannya
ke nasabah. Jasa-jas ini meliputi pembayaran komputerisasi (pemindahan dana
melalui computer dengan fasilitas jaringan komunikasi datanya); jasa penyetoran
dan pengambilan dana secara otomatis
melalui ATM atau berbagai jenis kartu plastic; homebanking dan internet banking
serta fasilitas pelayanan lainnya. Beberapa contoh jenis teknologi computer
tersebut diantaranya mesin Automated Teller Machine (ATM), berbagai jenis kartu kredit, Point of sales (POS),
electronic fund transfer system, dan otomatisasi kliring.
Fungsi
teknologi informasi (TI) telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat pada
decade terakhir ini. Fungsi TI yang semakin khusus mendorong setiap bank untuk
membentuk bagian, departemen, atau unit kerja khusus tersendiri. Walaupun
struktur tersebut tergantung pada berbagai factor misalnya skla bisnis dan
beban kerja, tetapi unit kerja tersebut mencerminkan 2 aspek kegiatan yaitu
aspek pengembangan teknologi dan aspek operasionalnya. Fasilitas pengolahan
data yang tersedia di bank saat ini merupakan hasil kemajuan teknologi dan
kebutuhan untuk menjalankan operasi secara sistematis dan baik sesuai dengan
aliran masuk dan keluar dana bank. Fasilitas tersebut berfungsi untuk
menangani, memilih, menghitung, menyusun, melaporkan, dan mengirimkan
informasi. Jadi penggunaan TI di bank
dimaksud adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan data
kegiatan usaha perbankan sehingga dapat memberikan hasil yang akurat, benar,
tepat waktu, dan dapat menjamin kerahasiaan informasi (sesuai peraturan Bank
Indonesia).
Fungsi
TSI yang tepat tidak terlepas dari criteria pemilihan jenis teknologi yang akan
digunakan oleh bank. Sistem aplikasi computer yang digunakan di bidang
perbankan harus bisa mengakomodasikan
semua kebutuhan bank dan sesuai dengan ketentuan otoritas moneter (salam hal
ini adalah Bank Indonesia). Hal ini memerlukan pemilihan software computer
mengingat jenis software yang ada dan ditawarkan di pasar relative banyak.
Secara umum pemilihan ini berdasarkan kesesuaian antara kapasita bank dengan
fasilitas atau kemampuan software yang akan dipilih sehingga investasi yang
telah dikeluarkan benar- benar efektif dan memberikan nilai tambah terhadap
bank.
Sebagai
contoh, Bank yang kapasitasnya relative kecil, misalnya Bank Perkreditan Rakyat
atau BPR kurang relevan bila menggunakan system aplikasi computer yang
menyediakan fasilitas transaksi dalam valuta asing atau pengelolaan giro. Hal
ini menginbgat bahwa BPR tidak boleh melakukan transaksi dalam valuta asing dan
tidak ikut dalam lalu lintas pembayaran giral. Penggunaan software tersebut
menjadi tidak efisien dan biaya investasinya lebih besar dibandingkan dengan
nilai tambah yang dihasilkannya.
3.
Sistem keamanan dan pengawasan
internal pada aplikasi perbankan
Dewasa
ini, pemanfaatan teknologi merupakan suatu keharusan bagi dunia perbankan,
karena dalam banyak hal peranannya sangat potensial dalam pengembangan dan
penyediaan berbagai produk baru/fasilitas pelayanan jasa perbankan. Penggunaan
teknologi tersebut mempunyai resiko yang besar. Resiko ini dapat terjadi akibat
perencanaan yang kurang baik, proses pengembangan yang kurang cermat, maupun
resiko pada saat pengoperasian.
Electronic
Fund Transfer (EFT) merupakan salah satu contoh inovasi yang mendasar dalam
teknologi sistem informasi (TSI) di bidang perbankan. Contoh dari produk-produk
EFT antara lain meliputi Automated Teller Machine (ATM), Point of Sales (POS),
Electronic Home Banking (biasa disebut sebagai Internet Banking), dan Money
Transfer Network.
Dalam
rangka terjadinya perkembangan di atas, maka Bank Indonesia mengeluarkan
regulasinya pada tahun 1995. Regulasi itu dituangkan dalam Surat Keputusan
Direksi Bank Indonesia No. 27/164/KEP/DIR dan Surat Edaran Bank Indonesia No.
27/9/UPPB tentang Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Perbankan keduanya
tanggal 31 Maret 1995. Bersamaan dengan itu, Bank Indonesia juga mengeluarkan
buku Panduan Pengamanan Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Oleh Bank sebagai
lampiran dari SKDBI dan SEBI tersebut.
4.
Pengantar teknologi kartu
Smart
Card adalah suatu jenis kartu yang didalamnya ditanami integrated circuit (IC)
yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mempertukarkan data. IC yang digunakan
dalam Smart Card adalah berupa microchip yang dapat melakukan pemrosesan data
dan menyimpan ribuan bytes data. Jadi dari prinsip kerjanya yang dapat
melakukan pemrosesan data yang cukup komplex, Smart Card dapat dianalogikan
sebagai perangkat komputer mini namun tanpa layar display dan keyboard.
Dibandingkan
dengan teknologi yang digunakan oleh kartu magnetic stripe, Smart Card
mempunyai ketahanan yang lebih baik dalam hal penyimpanan data identitas
pemegang kartu maupun data penting lainnya. Pada Smart Card juga diterapkan
system security yang memproteksi data atas berbagai ancaman keamanan (security
threats), dari yang sederhana seperti kelalaian penyimpanan password oleh
pemegang kartu, hingga kemungkinan penyusupan (hacking) dari pihak yang tidak
berwenang.
Dari
sisi kemampuan penyimpanan data, kemampuan Smart Card berada jauh diatas
kemampuan kartu magnetic stripe. Hal ini dikarenakan IC yang digunakan dalam
kartu smart card dapat digunakan untuk menyimpan data hingga ribuan bytes. Dan
jumlah data yang dapat disimpan akan berkembang terus seiring dengan
perkembangan teknologi.
5.
Jenis- jenis kartu dalam industri
1.
Kartu ATM/Debet
Kartu
ATM adalah alat pembayaran menggunakan kartu yang dapat digunakan untuk
melakukan penarikan tunai dan/atau pemindahan dana dimana kewajiban pemegang
kartu dipenuhi seketika dengan mengurangi secara langsung simpanan pemegang
kartu pada Bank atau Lembaga Selain bank
yang berwenang untuk menghimpun dana sesuai ketentuan perundang-undangan yang
berlaku.
Sementara
itu, Kartu Debet adalah pembayaran dengan menggunakan kartu yang dapat
digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu
kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan, dimana kewajiban pemegang
kartu dipenuhi seketika dengan mengurangi secara langsung simpanan pemegang
kartu pada bank atau Lembaga Selain Bank yang berwenang untuk menghimpun dana
sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
2.
Kartu Kredit
Kartu
Kredit adalah alat pembayaran menggunakan kartu yang dapat digunakan untuk
melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan
ekonomi,termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan
tunai, dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh
acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan
pembayaran pada waktu yang disepakati dengan pelunasan secara sekaligus (charge
card) ataupun dengan pembayaran secara
angsuran.
Perkembangan Teknologi ATM
Pada
periode ini terjadi peningkatan dan perkembangan yang sangat pesat dari
alat pembayaran non tunai dengan media
kartu, seperti kartu debet, kartu kredit dan kartu ATM. Hal ini lebih
disebabkan meningkatnya jumlah pemegang kartu dan transaksinya yang
diikuti pula dengan meningkatnya nilai
transaksi.
Peningkatan
aktivitas ATM antara lain disebabkan oleh makin luasnya jaringan pelayanan ATM,
baik akibat penambahan mesin maupun sebagai akibat dari makin banyaiknya bank
yang menjadi anggota switching ATM. Sedangkan alat pembayaran non tunai dengan
media kertas masih terdiri dari cek, bilyet giro, wesel bank, not debet, nota
kredit dan beberapa warkat kliring lainnya.
Teknologi
ATM merupakan salah satu hasil dari upaya standarisasi Broadband Integrated
Services Digital Networks(BISDN) yang dilakukan oleh ITUT (International
Telecommunication Union -Telecommunication Standardization Sector) pada
pertengahan tahun 1980an. Teknologi ATM sendiri mengacu pada suatu teknik
transmisi paket data berkecepatan sangat
tinggi dengan menggunakan mekanisme switching
dan time division multiplexing
yang diterapkan pada selsel berukuran tetap dan relatif kecil.
ATM
(Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine) merupakan salah satu
teknologi sistem informasi yang digunakan oleh bank. Bank Indonesia sendiri
lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan
untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan.
2.12.1 Pengertian ATM
Pengertian
ATM menurut Allen H. Lipis adalah Alat kasir otomatis tanpa orang, ditempatkan
di dalam atau di luar pekarangan bank, yang sanggup untuk mengeluarkan uang
tunai dan menangani transaksi-transaksi perbankan yang rutin. Automatic Teller
Machine di Indonesia juga dikenal dengan
Anjungan Tunai Mandiri. (1992 : 8)
ATM
(Anjungan Tunai Mandiri / Automatic Teller Machine) merupakan salah satu
teknologi yang menerapkan konsep Proses Data berbasis Digital. Device ini
mempunyai dua bagian penting yaitu
Hardware yang terdiri dari Unit Pemroses dalam hal ini PC, serta sistem device
interface yang menghubungkan pemakai/User melalui suatu kartu magnetik, dan
Software yang berfungsi sebagai interface yang menghubungkan User dengan Sistem
dalam kaitan Data (Informasi).
A) Kartu
ATM
Kartu ATM adalah kartu yang dapat
digunakan untuk penarikan tunai baik di countercounter bank maupun pada ajungan
ATM. Dalam kartu ATM ini terdapat Magnetic strip yang merupakan suatu bentuk plastik
pendek yang dilapisi dengan sistem magnit dan biasanya dilekatkan pada kartu
kredit ataupun kartu berharga lainnya. Pada magnetic strips biasanya tertulis
data pribadi pemegang kartu, yang berisi nomor rekening, nomor pribadi serta
kode aksesnya. Dan tulisan ini ditulis dalam bentuk kode-kode tertentu, dan
hanya bisa dibaca oleh komputer yang dilengkapi dengan mesin khusus untuk kartu
magnetic strip tersebut.
B) Manfaat
ATM
Manfaat dari kartu ATM antara lain:
1.
Praktis dan efisien dalam pelayanannya.
2.
Pengoperasian mesin ATM relative mudah.
3.
Melayani 24 jam termasuk termasuk hari libur.
4.
Menjamin keamanan dan privacy.
5.
Memungkinkan mengambil uang lebih dari 1 kali sehari.
6.
Terdapat diberbagai tempat yang strategis.
Sedangkan
manfaat atas pelayanan yang diberikan oleh mesin ATM antara lain:
1.
Penarikan uang tunai.
2.
Dapat digunakan sebagai tempat untuk memesan buku cek dan bilyet giro.
3.
Dapat digunakan sebagai tempat untuk meminta rekening koran.
4.
Dapat digunakan sebagai tempat untuk mengecek saldo rekening nasabah.
C)
Jenis-jenis ATM
Pada umumnya ATM dapat dibedakan menjadi
dua jenis yaitu :
1.
Menempel pada dinding.
2.
Berdiri sendiri dalam satu kesatuan.
a. On Premise ATM.
Yaitu
mesin ATM yang berada pada gedung yang sama dengan bank yang bersangkutan.
b.
Off Premise ATM
Yaitu
mesin ATM yang berada di luar gedung bank yang bersangkutan atau di
tempat-tempat umum.
D)
Proses Kerja ATM
Mesin uang yang digunakan untuk membaca
kartu dengan plastic magnetic-strips ini kemudian dikenal sebagai ATM
(Automated Teller Machine). Untuk menggunakannya Proses kerja ATM pada umumnya
sama dengan komputer melalui proses dan pengolahan data. Adapun proses kerja
dari mesin ATM tersebut yaitu:
1. Kartu
ATM dimasukkan kedalam mesin ATM, maka kartu akan dibaca oleh magnetic card
reader yang ada didalam mesin. Fungsi dari magnetic card reader hanya
sebagai pembaca dan penerima data.
2.
Setelah dibaca, lalu data tersebut dikirim ke sistem komputerisasi bank. Karena
fungsinya hanya sebagai penerima data maka magnetic card reader tidak memiliki
memory yang bisa menyimpan data nasabah.
3.
Saat mesin berhasil membaca data dalam Kartu ATM tersebut, maka mesin akan
meminta data PIN (Personal Identification Number). PIN ini tidak terdapat di
dalam kartu ATM melainkan harus di input oleh nasabah.
4.
Kemudian setelah PIN dimasukkan, maka data PIN tersebut akan diacak (diencrypt)
dengan rumus tertentu dan dikirim ke sistem komputerasi bank bersangkutan.
Pengacakan data PIN ini dimaksudkan agar data yang dikirim tidak bisa terbaca
oleh pihak lain. PIN yang sudah diacak berikut isi data dari kartu akan dikirim
langsung ke sistem komputer bank untuk
diverifikasi. 5. Setelah data selesai diproses di sistem komputer bank, maka
data akan dikirim kembali ke ATM. Nasabah akan dapatkan apa yang yang
dimintanya di ATM.
E)
Sistem Pengoperasian ATM
1.
Pengoperasian secara offline
Mesin
ATM tersebut tidak dihubungkan dengan komputer sentral tetapi mesin tersebut
beroperasi tersendiri.
2. Pengoperasian
secara online.
Pengoperasian mesin ATM yang membutuhkan
saluran komunikasi dan computer sentral yang beroperasi secara 24 jam terus menerus.
3. Pengoperasian
ATM Bersama.
F) Sistem
ATM
Sistem ATM terdiri dari:
1. Stasiun
kerja yang dapat diakses dengan kartu khusus atau disebut juga dengan mesin
ATM.
2.
Remote Computer yang menyimpan dan memperbarui catatan pelanggan dan
mengesaskan serta melaksanakan transaksi.
3.
Hubungan telekomunikasi antara mesin ATM dengan remote computer.
G)
Penyedia ATM
Ada 2 strategi ATM :
1. Jaringan
kerja milik sendiri
Bank membeli/menyewa ATM, membeli
software/membuat, memasang sistem, memasarkan dan mengeluarkan kartu disain
yang dilakukan sendiri
2. Jaringan
kerja ATM berbagi ATM dimiliki dan dioperasikan oleh lembaga keuangan lain:
- Joint ventura
- Pihak ketiga
2.13 Perkembangan teknologi Internet Banking
1)
Internet Banking atau e-banking bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di
internet. e-Banking atau electronic banking merupakan fitur produk perbankan
yang dilakukan tanpa menggunakan pelayanan pegawai bank, namun melalui delivery
channel transaksi elektronik
perbankan. Yang termasuk dalam Electronic
Banking adalah Internet Banking dan Mobile Banking.
2)
Transaksi-transaksi pada Internet
Banking Transaksi Non Finansial
Ø Informasi
saldo
Ø Informasi
mutasi rekening
Ø Ganti
Password
Ø Ganti
Alamat Email
Ø Daftar
Rekening
Ø Daftar
Pembayaran
Ø Transaksi
Finansial
Ø Transfer
Dana antar Rekening
Ø Pembayaran
Tagihan
Ø Pembelian
Voucher Prabayar
Ø Pembelian
Tiket Airline
Ø Pembayaran
Biaya Pendidikan (Student Payment Centre)
Perkembangan teknologi Mobile Banking
Adalah
layanan perbankan yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone
GSM (Global for Mobile Communication) dengan menggunakan SMS (Short Message
Service).
Ø Jenis
Transaksi
Ø Transfer
dana
Ø Informasi
saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
Ø Pembayaran
(kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
Ø Pembelian
(pulsa isi ulang, saham)
Hal-hal yang perlu
diperhatikan untuk keamanan transaksi Mobile Banking
Ø Wajib
mengamankan PIN Mobile Banking
Ø Bebas
membuat PIN sendiri. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera melakukan
penggantian PIN.
Ø Bilamana
SIM Card GSM Anda hilang/dicuri/ dipindahtangankan kepada pihak lain, segera
beritahukan bank Anda terdekat atau segera telepon ke Call Center bank
tersebut.
Mobile
banking merupakan salah satu hasil pengembangan teknologi mobile yang digunakan
dalam domain komersial. Mobil banking ini mengkombinasikan teknologi informasi
dan aplikasi bisnis secara bersama. Berkat mobile banking, nasabah dapat
menggunakannya untuk mendapatkan layanan perbankan 24 jam sehari tanpa harus
mendatangi kantor cabang bank untuk transaksi personal.
Mobile
banking merupakan layanan relative baru yang ditawarkan oleh perbankan terhadap
pelanggannya dan karena kenyamanan dan fitur yang menghemat waktu, pelanggan
menghargai layanan tersebut (Suoranta, 2003). Mobile banking merupakan salah
satu layanan perbankan yang menerapkan teknologi informasi. Layanan ini menjadi
peluang bagi bank untuk menawarkan nilai tambah sebagai insentif kepada
pelanggan. Promosi mobile banking akan memberikan implikasi secara langsung
pada adopsi yang dilakukan konsumen terhadap teknologi.
Mobile
banking atau biasa disebut M-Banking
merupakan suatu layanan perbankan yang diberikan pihak bank untuk mendukung
kelancaran dan kemudahan kegiatan perbankan. Serta keefektifan dan keefisienan
nasabah untuk melakukan berbagai transaksi. M-banking tidak akan berjalan jika
tidak didukung oleh suatu alat sebagai media untuk melakukan mobile banking.
Media komunikasi yang dapat dipergunakan adalah telepon seluler atau ponsel.
Dengan fasilitas ini, setiap orang yang memiliki ponsel dapat dengan mudah
bertransaksi dimana saja dan kapan saja.
SMS
Banking
Adalah layanan informasi perbankan
yang dapat diakses langsung melalui telepon selular/handphone dengan
menggunakan media SMS ( short message service)
Jenis Transaksi :
Ø
Transfer dana
Ø
Informasi saldo, mutasi rekening
Ø
Pembayaran (kartu kredit)
Ø
Pembelian (pulsa isi ulang)
Phone
Banking
Adalah layanan yang diberikan untuk
kemudahan dalam mendapatkan informasi perbankan dan untuk melakukan transaksi
finansial non-cash melalui telepon.
Jenis Transaksi :
Ø
Transfer dana
Ø
Informasi saldo, mutasi rekening
Ø
Pembayaran (kartu kredit, PLN, telepon,
handphone, listrik, asuransi)
Ø
Pembelian (pulsa isi ulang).
No comments:
Post a Comment